Segenap Hewan Berpuasa di Hari Asyura’

oleh -85 Dilihat

Dalam catatan para ulama tentang keutamaan puasa hari Asyura’ dijumpai beberapa keterangan bahwa konon segenap hewan berpuasa di hari Asyura’.

Al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali menuliskan:

ومن أعجب ما ورد في عاشوراء أنه كان يصوم الوحش والهوام وقد روي مرفوعا: “أن الصرد أول طير صام عاشوراء” خرجه الخطيب في تاريخه وإسناده غريب وقد روى ذلك عن أبي هريرة. وروي عن فتح بن شخرف قال كنت أفت للنمل الخبز كل يوم فلما كان عاشوراء لم يأكلوه وروي عن القادر بالله الخليفة العباسي أنه جرى له مثل ذلك وأنه عجب منه فسأل أبا الحسن القزويني الزاهد فذكر له أن يوم عاشوراء تصومه النمل وروى أبو موسى المديني بإسناده عن قيس بن عباد قال: بلغني أن الوحش كانت تصوم عاشوراء وبإسناد له عن رجل أتى البادية يوم عاشوراء فرأى قوما يذبحون ذبائح فسألهم عن ذلك فأخبروه أن الوحوش صائمة وقالوا: اذهب بنا نرك فذهبوا به إلى روضة فأوقفوه قال: فلما كان بعد العصر جاءت الوحوش من كل وجه فأحاطت بالروضة رافعة رؤوسها إلى السماء ليس شيء منها يأكل حتى إذا غابت الشمس أسرعت جميعا فأكلت

“Di l antara hal yang paling menakjubkan yang diriwayatkan mengenai hari Asyura adalah bahwa hewan-hewan buas dan serangga berpuasa di hari Asyura’. Dan sungguh Telah diriwayatkan secara marfu’: “Sesungguhnya burung Shurad (As) adalah burung yang pertama kali berpuasa ‘Asyura`”(Al-Khatib telah meriwayatkan dalam kitab Tarikhnya dan sanad gharib dari Abi Hurairah ra).

Diriwayatkan dari Fathu bin Syukhruf, dia berkata: “Aku biasa memotong-motong roti menjadi kecil untuk (memberi makan) semut setiap hari’. Ketika datang hari Asyura’ semut-semut itu tidak mau makan.”

Dan diriwayatkan dari al-Qadir Billah salah satu Khalifah Dinasti Abbasiyah, bahwa dia juga pernah mengalami hal yang sama dan membuat dia heran. Lalu dia bertanya kepada Abu al-Hasan al-Qazwiniy ulama yang dikenal zuhud. Lantas Abu al-Hasan mengatakan bahwa di hari Asyura’ semut-semut sedang berpuasa.

Diriwayatkan juga dari Abu Musa al-Mandini dengan jalur periwayatannya sendiri dari Qais bin ‘ibad, dia berkata: “Telah sampai kabar kepadaku bahwa sesungguhnya hewan-hewan liar berpuasa di hari Asyura’ dan dengan jalur yang sama tentang seorang laki-laki yang mendatangi pedukuhan di padang pasir di hari Asyura’, di sana dia mendapati orang-orang sedang menyembelih beberapa hewan sembelihan. Lantas laki-laki itu bertanya kepada mereka tentang penyembelihan itu, mereka menjawab: “bahwa hewan-hewan liar sedang berpuasa.” Dan mereka berkata: “Mari Kisanak ikut kami untuk melihatnya.” Kemudian orang-orang itu membawa laki-laki itu kesebuah tanaman dan berdiam di sana. Ketika melewati waktu Ashar, datanglah hewan-hewan liar itu dari segala penjuru memenuhi taman itu sembari mengangkat kepalanya ke atas tidak mau makanan hingga saat matahari terbenam, hewan-hewan itu serentak makan semua.” Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Publisher: Fakhrul

Referensi:

✍🏻 Lathaifu al-Ma’arif fima Limuwasimi al-Am min al-Wadzaif| Al-Hafidz Ibu Rajab al-Hanbali| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 62-63.

✍🏻 Hasyiyah al-Jamal ala Syahri al-Minhaj| Syaikh Sulaiman bin Mansur al-‘Ujaili al-Mishri asy-Syafi’i| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, juz 3, halaman 465-466.