Bila kalian betanya: “Bagaimana mungkin seseorang memandang dunia yang mengundang selera, penuh dengan kelezatan yang menawan, dan selalu dicari oleh setiap manusia, dipandang laksana api atau bangkai yang menjijikkan? Bukankah secara naluri, tabiat kita memang menyukai kesenangan dan kenikmatan dunia?

