Meriahkan Rabiul awal, Diklat Maharah Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

oleh -14 Dilihat

Bangkalan- Kamis, 20 Agustus 2026, Majelis Majmu‘at al-Himam wa ar-Riyadat at-Ta‘limiyyah atau yang dikenal dengan Maharah, salah satu instansi diklat Pondok Pesantren Putri Syaichona Moh. Cholil, mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Gedung Hijau.

Acara ini berlangsung dengan khidmat, khusyuk, sekaligus seru dan memukau. Sebelum memasuki acara inti, terdapat berbagai penampilan yang dipersembahkan oleh santriwati anggota Diklat Maharah itu sendiri. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah ilmiah yang disampaikan oleh Ust. Bushiri, S.Pd., untuk memotivasi para santriwati dalam mencintai Rasulullah SAW.

Dalam penyampaiannya, Ust. Bushiri menyampaikan ungkapan para ulama tentang Nabi Muhammad SAW:

لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ يَا مُحَمَّدُ مَا خُلِقَتِ الْأَفْلَاكُ

_“Andaikan bukan karena engkau, wahai Muhammad, niscaya Aku tidak akan menciptakan alam.”_

Ust. Busiri saat menyampaikan materi kepada peserta

Beliau menyampaikan bahwa hari ini kita telah sampai pada bulan yang mulia, bulan kebahagiaan, bulan di mana kita tidak seharusnya larut dalam kegelisahan dalam keadaan apa pun, yaitu bulan Rabiulawal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Untuk merayakan kebahagiaan tersebut, kita mengadakan Maulid Nabi.

Kenapa Ada Peringatan Maulid Nabi?

Beliau melogikakan hal ini dengan seseorang yang sedang berulang tahun. Jika kita, sebagai manusia biasa yang tidak memiliki pengaruh besar terhadap dunia, saja merasa wajar untuk merayakan hari kelahiran, lalu bagaimana dengan Nabi Muhammad SAW yang pengaruhnya terhadap dunia tidak perlu dipertanyakan lagi?

Peringatan Maulid Nabi merupakan bentuk rasa syukur dan mahabbah kita kepada beliau sebagai manusia paling mulia dan salah satu manusia yang paling berpengaruh bagi kehidupan umat manusia. Mencintai Nabi Muhammad SAW adalah ajaran para ulama dan guru-guru kita.

Salah satu bentuk kecintaan tersebut dapat kita lihat dari syair Syaikhona Muhammad Kholil kepada Nabi Muhammad SAW:

قَلْبِي يَحِنُّ إِلَيْكُمْ وَيَمِيْلُ

لَكِنَّ ظَهْرِي بِالذُّنُوْبِ ثَقِيْلُ

_“Hatiku rindu dan selalu tertuju kepadamu. Namun, punggungku terasa berat karena terbebani dosa.”_

أَبْكِي إِذَا شَدَّ الرِّجَالُ رِحَالَهُمْ

وَمَدَامِعِي فَوْقَ الْخُدُودِ تَسِيْلُ

_“Aku menangis ketika orang-orang telah mempersiapkan perjalanan mereka, sementara air mataku mengalir di atas pipi.”_

إِنْ صَادَفَتْنِي مِنْ لَدُنْهُ عِنَايَةٌ

وَبَدَتْ لِعَيْنِيْ طَيْبَةٌ وَنَخِيْلُ

_“Jika dari-Nya datang pertolongan dan tampak di hadapanku Madinah beserta pepohonan kurmanya.”_

لِأُمَرِّغَ الْخَدَّيْنِ فِي أَعْتَابِهِ

وَأَصِيْحَ مِنْ شَوْقِي أَقُوْلُ أَقُوْلُ

_“Maka akan kuusapkan kedua pipiku di ambang pintunya dan akan kuteriakkan ungkapan kerinduanku.”_

لَكُمُ الْهَنَا يَا زَائِرِيْنَ مُحَمَّدًا

هَذَا الْمَقَامُ بِهِ الشِّفَاءُ يَزُوْلُ

_“Berbahagialah kalian, wahai para pengunjung Muhammad SAW. Inilah tempat yang menjadi sumber kebahagiaan dan keberkahan.”_

هَذَا رَسُوْلُ اللهِ هَذَا الْمُصْطَفَى

هَذَا لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ خَلِيْلُ

_“Inilah utusan Allah, inilah al-Musthafa (yang terpilih). Inilah kekasih Tuhan seluruh alam.”_

Selain Syaikhona Muhammad Kholil, Imam al-Bushiri juga merupakan salah satu ulama yang mengekspresikan kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW melalui syair yang sekarang dikenal dengan nama _Qasidah Burdah_.

Para Ustadzah Pondok Pesantren Putri Syaichona Moh. Cholil 

Kenapa Nabi Muhammad SAW Dilahirkan pada Bulan Rabiulawal?

Bukan Ramadan, Rajab, atau Sya’ban, mengapa Rasulullah SAW dilahirkan pada bulan Rabiulawal?

Hal ini dapat menjadi renungan bahwa Rasulullah SAW adalah sosok yang agung tanpa kenisbatan, tanpa kaitan, dan tanpa ikatan terhadap sesuatu apa pun. Bulan Rabiulawal merupakan bulan yang biasa, sama seperti bulan-bulan lainnya. Namun, bulan tersebut menjadi mulia karena Rasulullah SAW lahir di dalamnya.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita berbangga dan berbahagia dalam keadaan apa pun di bulan ini. Jangan biarkan kegalauan menghampiri hati kita. Jadikan Rabiulawal sebagai momentum untuk menumbuhkan kembali rasa syukur dan mahabbah kita kepada Nabi Muhammad SAW. Itulah sedikit nasihat dari beliau.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan-pembacaan Maulid Nabi dan ditutup dengan ddoa

Author: Miranti

Editor: Fakhrullah