
Bangkalan, Rabu (7/1/2026) Pengurus Majelis Munadhoroh wal Maktabah menutup rangkaian program tahunan dengan menggelar kajian ilmiah yang diselenggarakan di Mushala Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil. Kegiatan ini menghadirkan KH Mukhtar Syafa’at, Majlis Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Darussalam Kecamatan Kokop, Bangkalan, sebagai pemateri.
Kajian ilmiah tersebut mengusung tema “Menuntun Kepekaan Santri terhadap Persoalan Umat: Bahtsul Masail sebagai Ruhul Jihad dan Instrumen Intelektual Pesantren.” Tema ini dipilih sebagai upaya menanamkan kepekaan intelektual dan sosial santri terhadap berbagai persoalan keumatan melalui tradisi keilmuan pesantren, khususnya Bahtsul Masail.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri madrasah, kecuali santri baru Al Miftah. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus harian, di antaranya Ketua II Ustaz Hafsin, M.Pd., Wakil Kepala Madrasah Al Ma’arif Ustaz Moh. Tuba, M.Pd., serta seluruh asatidz dan asatidzah madrasah.
Melalui kajian ini, diharapkan para santri semakin memahami pentingnya Bahtsul Masail sebagai sarana penguatan nalar kritis sekaligus wujud kontribusi pesantren dalam menjawab berbagai tantangan dan persoalan umat di tengah perkembangan zaman.
Salah satu perwakilan perumus, Ustaz Zamzami, dalam keterangannya menyampaikan bahwa sebagian anggota morojaah masih belum melakukan muthala’ah dan persiapan materi sebelum forum berlangsung. Hal tersebut, menurutnya, sering menyebabkan pembahasan di forum tidak terarah dan berulang.
“Saya mengamati, dalam setiap morojaah masih banyak santri yang belum mempersiapkan bahan kajian, bahkan masih merasa malu untuk menyampaikan pendapat. Padahal anggota Majelis Munadhoroh wal Maktabah itu harus seperti spons; ketika disiram air akan menyerap dan menjadi berat, lalu ketika diperas akan mengeluarkan airnya. Begitu pula santri, harus mempersiapkan materi agar memiliki bekal saat menyampaikan pendapat di forum sehingga pembahasan tidak berputar-putar,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada para santri agar senantiasa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya selama berada di pesantren dan di usia muda.
“Pesan saya, para santri hendaknya selalu rajin selagi masih berada di pondok dan rajin selagi masih muda. Ini selaras dengan pesan yang sering disampaikan guru saya di Pondok Pesantren Lirboyo,” imbuhnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup resmi program Majelis Munadhoroh wal Maktabah tahun ini, dengan harapan semangat keilmuan, kedisiplinan, dan pengabdian santri terus terjaga dan berkembang di masa mendatang.
Reporter: Abdus Salam