
(21/06/25) Sabtu. Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Madura, yang meliputi Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, telah diselenggarakan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain RKH. Moh. Masih Aschal (Ketua Umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil), KH. Makki Nasir, serta para pengurus MUI dari Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Rakorwil ini bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antarlembaga keagamaan di wilayah Madura.
Pertemuan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah secara bersama-sama sebagai bentuk pengharapan keberkahan. Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan khidmat untuk meneguhkan semangat nasionalisme. Ritual pembukaan ini mencerminkan keselarasan antara nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dalam setiap agenda MUI.
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh KH. Makki Nasir selaku tuan rumah beliau menyampaikan bahwah perkumpulan ini diadakan karana banyaknya masalah yang perlu di tangani dengan seriaus seperti permasalahan Narkoba.
“Kita berkumpul dari empat kabupaten ini. Karena Banyak persoalan yang muncul, terutama yang menghambat pendidikan. Yang paling utama adalah narkoba. Sebab, pendidikan bertujuan membangun dan membentuk pola pikir. Namun, di sisi lain, jika akal sudah rusak, bagaimanapun upaya kita, hal ini mustahil terwujud. Ini merupakan persoalan kita bersama.” Ujar KH. Makki Nasir
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Kordinator Wilayah Madura KH Moh. Shaleh Abdurahman “Dalam perkumpulan saat ini kita akan membahaskan persoalan mengenai pencegahan Narkoba, polemek Haji tahun ini, penyembelihan, penggunaan barang yqng halal dan juga tentang pendidikan.” Katanya
perwakilan MUI se-Madura. Sambutan tersebut menekankan pentingnya peran ulama dan lembaga keagamaan dalam menangani isu-isu strategis di masyarakat, khususnya di wilayah Madura. Poin ini menjadi landasan bagi sesi diskusi yang menyusul.
Diskusi utama menghadirkan Brigjen. Pol. Awang Joko Rumit, S.I.K., M.Si., selaku Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, sebagai pemateri. Beliau memaparkan strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba di Madura serta menjawab polemik terkait haji yang melibatkan MUI se-Madura. Turut diundang perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan untuk memberikan perspektif kebijakan.
Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu ulama, diikuti ramah tamah antar peserta. Melalui Rakorwil ini, MUI se-Madura berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi tantangan keumatan, terutama pemberantasan narkoba dan penyelesaian isu haji.
Reporter : Abdussalam