Glow Up Bareng Lewat Fiqih: Menengok Keseruan LBM Se-tretanan di Ponpes Syaichona Moh.Cholil

oleh -34 Dilihat

BANGKALAN – Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan sukses menjadi tuan rumah dalam gelaran forum ilmiah keislaman Lajnah Bahtsul Masail (LBMS) se-Tretanan pada Hari Rabu,24 Juni 2026. Forum ini terasa sangat istimewa karena diselenggarakan secara khusus sebagai wadah silaturahmi intelektual bagi pondok pesantren yang memiliki ikatan genetik dan historis dengan  keluarga besar Bani Syaichona Moch.Cholil.

Kegiatan ini dilaksanakan di Musholla Ponpes Syaichona Moch.Cholil sebagai ikhtiar untuk merawat sekaligus mempererat tali silaturahmi, persaudaraan, dan sinergi keilmuan antar-pesantren yang bernaung di bawah ikatan kekeluargaan Bani Cholil. Melalui forum bersama ini, komunikasi antar-pesantren tidak hanya terjalin dalam ruang sosial-kekeluargaan, melainkan juga melekat kuat dalam tradisi akademik pesantren: membedah lembaran kitab kuning demi kemaslahatan umat.

Ketua Majlisul Munadharoh Wal Maktabah menyampaikan maksud dilaksanakan acara ini.

”Berawal dari bulan Dzullqo’dah ada salah satu pondok bani cholil yang inisiatif mengadakan acara bahtsul masail se-tretanan berlokasi di ponpes Al-Falah kepank yang mengundang seluruh ponpes bani cholil untuk memeriahkan acara ini, dengan dilaksanakannya acara ini bertujuan untuk melatih para junior anggota M3 agar bisa berbahtsul dan mempererat tali silahturrahmi sesama ponpes bani cholil,” ujar ustad Saifullah selaku ketua M3 Ponpes Syaichona Moh.Cholil

Acara Dimulai dengan pembukan surat Al-Fatihah dan dilanjutkan Sholawat ilmi dengan penuh khidmat supaya tetap mengalir barakah dari para masayikh dzuriyah Syaichona Moch.Cholil.

Memasuki inti acara dihadiri langsung oleh KH. Mauridi MS sebagai Dewan Mushohih. Kehadiran beliau memberikan bobot spiritual dan keilmuan yang mendalam, sekaligus memastikan jalannya pembahasan tetap berpijak pada metodologi ushul fikih yang kuat.

Suasana adu argumen di dalam forum terasa kian hidup berkat keahlian  Ustadz Sofiyuddin yang bertindak sebagai moderator. Beliau berhasil mengarahkan jalannya diskusi dengan tertib, dinamis, dan sistematis di tengah tingginya antusiasme para peserta (mubahisin) dari tiap utusan pesantren saat mempertahankan argumen keagamaan mereka.

​Tidak kalah penting, segenap asatidz  juga mengambil peran krusial di meja dewan perumus. Jajaran asatidz inilah yang bertugas menyaring, menimbang, dan menyelaraskan berbagai ibarat (referensi kitab salaf) yang diajukan peserta guna melahirkan keputusan hukum yang valid dan akurat.

​Beberapa persoalan krusial yang diangkat dalam LBMS se-Tretanan kali ini berfokus pada sholatnya Makmum vs Makmum dan Dilemanya Shaf jammah.

​Setelah melalui proses perdebatan ilmiah yang panjang, hangat, namun tetap sarat akan rasa persaudaraan, forum akhirnya berhasil menelurkan beberapa poin keputusan penting. Lebih dari sekadar menghasilkan keputusan hukum, suksesnya LBMS se-Tretanan ini menjadi bukti nyata kokohnya persatuan dan kesatuan intelektual di antara pondok pesantren pemegang estafet perjuangan dakwah Bani Cholil.

Salah satu peserta  Delegasi Bahtsul masail menyampaikan pendapat tentang terlaksananya acara ini.

“Acara pada malam hari ini seru, karna diberi waktu oleh moderator terus menerus dan boleh menanggapi perumus satu atau dua Kali,” ungkap Ali Wafa, delegasi Ponpes Nurul Cholil

​Acara kemudian dipungkasi dengan pembacaan hasil Keputusan bahtsul masail dan ditutup dengan pembacaan doa barakah yang dipimpin ole KH. Mauridi MS

Tanggapan juga disampaikan oleh delegasi dalam tentang apa manfaat dilaksanakan acara ini bagi Masyarakat.

“Acara berjalan dengan sempurna dan pastinya karna kita telah banyak mempersiapkan acara ini, kedepannya semoga acara yang telah dilaksanakan bermanfaat bagi santri dan masyarakat dan menjadi ke istiqomahan ponpes bani cholil dalam melaksanakan acara ini dan tetap menjalankan ajaran ahlusunnah wal jamaah,” ungkap Syahrul Akbar selaku peserta delegasi dalam.

Dengan terselenggaranya acara ini agar selalu menjalin tali silaturahim antar ponpes bani Cholil,yang mana menjadikan acara ini sebagai acara rutinan yang tidak bis akita lewatkan.

Author: Ikril