Barokah di Tampar KH. Amin

oleh -35 Dilihat

Seorang tokoh di kampung saya bercerita, bahwa dulu pernah suatu ketika KH. Amin Imron memanggil beberapa orang kiai di kampung tersebut untuk menghadap beliau.

‎Pasalnya, ada sebuah masalah yang harus diselesaikan, dan beberapa kiai tersebut juga mengajak seorang pemuda yang kelak dia akan menjadi seorang tokoh yang berpengaruh.

‎Sampai di kediaman KH. Amin Imron, acara pertemuan pun dimulai. Di tengah-tengah acara pertemuan, KH. Amin Imron menanyakan suatu hal, tapi para kiai terdiam tidak ada yang berani menjawab. Tiba-tiba pemuda tersebut memberanikan diri untuk menjawab, karena melihat yang lain pada diam.

‎KH. Amin Imron tanpa diduga mendekati pemuda tersebut, lalu menamparnya dengan keras, sembari mengatakan, “O mataoh, beeh.” (Sok tau, kamu).

‎Singkat cerita, selepas acara pertemuan tersebut, si pemuda itu merasa khawatir, hatinya gelisah dan merasa bersalah.

‎Di tengah-tengah kebingungannya, akhirnya si pemuda itu mendatangi seorang kiai sepuh, untuk menanyakan dan meminta nasihat sekaligus solusi dari masalahnya itu.

‎Kata kiai sepuh yang ia datangi, “Doh, bhejjreh, beeh, cong, e santap Kiai Amin. Baroka jiah, cong.” (Duh, beruntung, kamu, nak, ditampar Kiai Amin. Itu barokah, nak.)

‎Meski kurang bisa dimengerti apa maksud perkataan kiai sepuh yang ia datangi, tapi pemuda itu merasa lega dan senang.

‎Dan pada akhirnya dia menyadari setelah sekarang menjadi seorang tokoh berpengaruh di daerahnya, bahwa mungkin itu yang dimaksud barokah ditampar oleh KH. Amin bin KH. Imron bin Syaichona Moh. Cholil.

‎Oleh : Shofiyullah el_Adnany

‎Semoga kita semua mendapatakan barokah KH. Amin bin KH. Imron bin Syaichona Moh. Cholil. Aamiin.