Solawat al-Aliy al-Qadr dan Keutamaannya

oleh -35 Dilihat

 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الْحَبِيبِ الْعَلِيّ الْقَدْرِ الْعَظِيمِ الْجَاهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Sang Nabi yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), kekasih yang kedudukannya sangat tinggi, yang memiliki derajat yang sangat agung dan kemuliaan yang luhur, juga kepada keluarga beliau serta para sahabat beliau.”

Sholawat al-Aliy al-Qadr ini dikutip dari Syaikh ash-Shawiy dalam kitab Syarah-nya tentang Sholawat Syaikh ad-Dardiriy dan kutip dari al-Alamah Muhammad al-Amir ash-Shaghir dalam kitab Tsabat-nya dari al-Imam as-Syuthiy beliau berkata:

أن من لازم عليها كل ليلة جمعة ولو مرة لم يلحده في قبره إلا النبي الله

“Bahwa barang siapa yang rutin mengamalkannya setiap malam Jumat walaupun hanya sekali saja, maka tidak ada yang memasukkannya ke dalam liang lahat di kuburannya kecuali Nabiyullah ﷺ yang akan menguburkannya.”

Dan Sayyid Aḥmad Dahlan dalam kitab majmu’-nya menyebutkan beberapa keutamaan sholawat ini secara ringkas sebagai berikut:

ومن الصيغ الفاضلة التي ذكر كثير من العارفين أن من داوم عليها ليلة الجمعة ولو مرة واحدة ينكشف لروحه مثال روح النبي عند الموت وعند دخول القبر حتى يرى أن النبي الله هو الذي يلحده

“Di antara keutamaan sholawat yang banyak disebutkan oleh para ulama Arifin adalah bahwa barang siapa yang rutin mengamalkannya di malam Jum’at meski hanya satu kali bacaan, maka sosok ruh Nabi Muhammad ﷺ akan diperlihatkan kepada ruhnya ketika ia sedang menghadapi kematian dan ketika masuk ke dalam kubur, sehingga ia melihat bahwa Nabi Muhammad ﷺ lah yang menguburkan dirinya.”

 قال بعض العارفين وينبغي لمن داوم عليها أن يقرأها كل ليلة عشر مرات وليلة الجمعة مائة مرة حتى يفوز بهذا الفضل والخير الجسيم إن شاء الله تعالى

“Sebagian ulama Arifin mengatakan: “Bahwa seharusnya orang yang rutin mengamalkannya, dibaca sebanyak 10 kali setiap malam dan 100 kali setiap malam jumat sehingga ia memperoleh keberuntungan berkat shalawat ini dengan mendapat keutamaan, kebaikan yang agung ini insya Allah.”

Sayyid Aḥmad Dahlan menambahkan: “Guruku al-Arif Billah Junjunganku Syaikh Utsman ad-Dumyathi—semoga Allah ﷻ mencurahkan hujan Rahmat dan keridhoan-Nya kepada beliau— bahwa beliau mengatakan telah memperoleh ijazah sholawat dengan redaksi yang sama sembari menyebutkan keutamaan-keutamaanya serta beliau rutin membacanya setiap selesai sholat 1 kali atau 3 kali dan beliau juga menambahkan doa serta istighfar setelah sholawat ini dengan susunan teks sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الْحَبِيبِ الْعَلِيّ الْقَدْرِ الْعَظِيمِ الْجَاهِ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ وَأَلْطَفْ بِيْ فِيمَا جَرَتْ بِهِ الْمَقَادِيرُ وَاغْفِرْ لِي وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَارْحَمْنِي وَإِيَّاهُمْ بِرَحْمَتِك الْوَاسِعَةِ فِي الدَّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْاخِرَةِ يَا كَرِيمُ يَا رَحِيمُ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Sang Nabi yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), kekasih yang kedudukannya sangat tinggi, yang memiliki derajat yang sangat agung dan kemuliaan yang luhur dan ayakanlah aku dengan karunia-Mu, sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu.” juga kepada keluarga beliau serta para sahabat beliau. Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa mengingat kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya. Lembutkanlah hatiku terhadap segala ketentuan takdir yang telah Engkau gariskan. Ampunilah aku dan seluruh kaum Muslimin, serta rahmatilah aku dan mereka dengan rahmat-Mu yang luas di dunia dan akhirat, wahai Dzat Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

Beliau Syaikh Utsman ad-Dumyathi tidak pernah sekali pun meninggalkan membacanya dengan bentuk redaksi sholawat di atas setiap selesai sholat setelah membaca ayat Kursi, baik sholat fardhu maupun sholat sunah, di rumah maupun diperjalanan. Beliau juga mengatakan bahwa berkat mengamalkan sholawat tersebut, beliau banyak mendapat keajaiban-keajaiban yang tidak ada yang tahu kadarnya kecuali Allah ﷻ.

Ada sebagian ulama yang menambahkan sholawat ini dengan beberapa tambahan, berikut teks lengkapnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الْحَبِيبِ الْعَالِيِّ الْقَدْرِ الْعَظِيمِ الْجَاهِ بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Sang Nabi yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), kekasih yang kedudukannya sangat tinggi, yang memiliki derajat yang sangat agung dan kemuliaan yang luhur sebesar keagungan Dzat-Mu, juga kepada keluarga beliau serta para sahabat beliau.”.”

Dia menyebutkan, bahwa Baginda Nabi Muhammad ﷺ bersholawat atas diri beliau dengan bentuk bacaan sholawat di atas.

Sayyid Aḥmad Dahlan juga mengatakan: “Dianjurkan bagi orang yang mau mengamalkan sholawat ini setelah selesai sholat mengikuti bentuk sholawat yang diamalkan gurunya Syaikh Utsman ad-Dumyathi, agar tambah pahalanya. Insyaallah.

Secara keseluruhan, bahwa mengamalkan sholawat dengan segala macam bentuk bacaan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ pasti bermanfaat, terutama untuk menjernihkan hati dan mengantarkan para muridin sampai kepada Allah ﷻ. Dan dan sesungguhnya barang siapa yang rutin mengamalkan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ, akan mendapat cahaya hidayah dan dengan barokahnya, ia bisa sampai kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ atau bisa berkumpul dengan orang-orang yang telah sampai kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Apalagi jika ia mengamalkannya Istiqomah, lebih-lebih di akhir zaman yang sulit sekali menemukan Mursyid (guru spiritual yang sempurna) dan serupanya perkara bagi banyak orang. Maka barang siapa menginginkan hidayah dan pentunjuk Allah ﷻ, maka ajaklah semua orang, baik yang awan atau yang khusus agar perbanyak membaca istighfar dan sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Waallahu A’lamu.

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍🏻 Syaikh Yusuf bin Ismail an-Bahaniy| Afdholu ash-Sholawat ala Sayyidi as-Sadat ﷺ| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 83-84.

✍🏻 Syaikh Yusuf bin Ismail an-Bahaniy| Jawahiru al-Bihar fi Fadhaili an-Nabi al-Mukhtar ﷺ| Daru al-Fikr, halaman 413.

✍🏻 Syaikh Muhammad al-Murrun| Syumusu al-Anwar wa Ma’dan al-Asror ala Sholati al-Quthbi al-Akbar Maulana Abdussaam| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 70.