Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pondok Pesantren Syaichona Cholil menggelar kegiatan nyate bareng bersama santri putri pada Jumat, 12 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 29 Mei 2026 M. Kegiatan ini berlangsung usai shalat Dzuhur di halaman pondok dan diikuti oleh seluruh santri putri, ustadzah, dan khoddam putri.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya membangun semangat dan antusiasme para santri dalam memeriahkan Hari Raya Idul Adha, sehingga perayaannya tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menghadirkan suasana yang lebih hidup, berkesan, dan penuh makna. Suasana kebersamaan tampak begitu terasa sejak awal acara dimulai, terlebih karena kegiatan tersebut menjadi salah satu momen langka bagi santri putri untuk berkumpul bersama di halaman pesantren.
Acara nyate bareng ini berawal dari keinginan KH. Moh Ismail Al-Ascholy, Rais ‘Am PP. Putri Syaichona Moh Cholil agar para santri putri turut merasakan keberkahan dan kebahagiaan dari daging kurban yang beliau persembahkan.
Dalam persiapannya, panitia membagikan daging sebanyak lima kilogram kepada setiap asrama, ustadzah dan khoddam putri. Seluruh proses persiapan dilakukan secara gotong royong, mulai dari pengolahan daging, penyiapan bumbu, penusukan sate, hingga proses pembakaran. Antusiasme para santri terlihat jelas sepanjang nyate bareng berlangsung. Mereka mengaku merasa bahagia karena dapat menikmati suasana kebersamaan yang seru dalam momentum Hari Raya Idul Adha ini.
Rangkaian kegiatan nyate bareng ini ditutup dengan makan bersama KH. Moh Ismail Al-Ascholy beserta istri beliau, Ning Muktafiyah Bikanafillah. Suasana penuh kemeriahan dan rasa syukur menjadi penutup indah acara ini.
Kemeriahan acara tidak hanya berlangsung pada siang hari. Pada malam sebelumnya, terlebih dahulu diadakan lomba memasak daging kurban yang diikuti oleh setiap kelas. Dalam perlombaan tersebut, masing-masing kelas menghidangkan kreativitas mereka dalam mengolah daging menjadi berbagai menu masakan yang menarik dan menggugah selera. Beragam hidangan tersaji di antaranya stik daging, daging rendang, daging bumbu balado pedas, hingga daging soto spesial.
Setelah proses memasak selesai, masing-masing peserta lomba menghidangkan hasil masakan mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari majelis keluarga dan para khoddam. Tidak hanya menyajikan hidangan, setiap kelompok juga mempresentasikan filosofi masakan yang dibuat serta menjelaskan asal dan ciri khas daerah dari menu yang mereka hidangkan. Suasana perlombaan berlangsung meriah dan penuh antusias, sementara para peserta tampak percaya diri memaparkan keunikan masakan mereka di hadapan para juri.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berlangsung meriah dan para santri terlihat sangat antusias. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar semakin mempererat ukhuwah dan memeriahkan momentum hari raya,” ujar salah satu ustadzah.
Author: @ Yuliaalhasany
Editor: Fakhrullah
