Sebab-sebab Rezeki Lancar dan Barokah

oleh -37 Dilihat

Lancar dalam urusan rezeki adalah idaman bagi semua orang lebih-lebih bagi yang merasa terhimpit masalah ekonomi, namun apalah artinya jika rezeki yang lancar tidak disertai keberkahan? Akibatnya rezeki yang diperoleh tidak membawa pemiliknya kenyamanan dan ketentraman dalam hidup. Bisa saja rezeki yang dikumpulkan berhari-hari, ludes dalam hitungan menit semisal tertimpa musibah, dicuri orang atau ada keluarga yang sakit dan lainnya. Hal itu tanpa mereka disadari tanda rezeki yang diperolehnya tidak membawa keberkahan.

Dalam kitab ar-Ratib at-Tiryaq li Daf’i ad-Dain wa Jilbi al-Arzaq min Ad’iyati al-Immah wa al-Arifin wa al-Ulama’ wa ash-Shalihin dalam Thariqah al-Qadiriyah al-Aliyah yang rangkum oleh Syaikh Mukhlif Yahya al-Aliy al-Hudaifiy al-Qadiriy al-Hasniy disebutkan:

“Sesungguhnya Allah ﷻ telah memberikan kepada kita kunci atau sebab musabab untuk memperoleh rezeki yang melimpah dan barokah.” Setidaknya ada 10 item untuk memperoleh hal tersebut:

1- Istighfar.

Barang siapa yang menginginkan rezekinya diluaskan oleh Allah, maka perbanyaklah membaca Istighfar karena Istighfar adalah salah satu jalan dari terbukanya pintu-pintu rezeki dan keberkahan. Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالِ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَرًا.

Artinya: “Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12).

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma, Rasulullah bersabda:

مَنْ لَزِمَ الْاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمَّ فَرَجَاً، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجَاً، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Baragsiapa yang membiasakan dirinya beristigfar, niscaya Allah akan melapangkan dirinya dari segala kesusahan, dan akan melepaskannya dari segala kesukaran, serta akan memberinya rezeki tanpa dapat dikira.”

2- Infak Dan Sedekah.

Di antara penyebab terbukanya pintu-pintu rezeki adalah perbanyak infak dan sedekah. Allah berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqorah: 26).

3- Menyambung Tali Silaturahmi

Penyebab yang lain agar diluaskan rezeki adalah perbanyak menyambung tali silaturrahim, berdasarkan hadits yang termaktub dalam dua kitab sahih (Imam Bukhori dan Muslim) dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, Nabi bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَط لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim).

4- Berbakti Kepada Kedua Orang Tua dan Mendoakan Keduanya.

Di antara penyebab terbukanya pintu-pintu rezeki adalah perbanyak berbakti kepada kedua orang tua dan mendoakan keduanya. Karena hal itu merupakan pintu pembuka Barokah dan bertambahnya rezeki serta penyebab mendapat pertolongan dari Allah. Jika seseorang mau melaksanakannya, maka Allah akan memberi pertolongan kepadanya dan meluaskan rezekinya.

5- Bertakwa dan Berserah Diri Kepada Allah.

Bertakwa dan Berserah Diri Kepada Allah merupakan Allah salah salah satu penyebab terbukanya pintu rezeki. sungguh Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ، وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya: Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu. (QS. Ath-Thalaq:2-3).

Dalam sebuah hadits riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Mu’adz bin Jabal dari Rasulullah, beliau bersabda:

لَوْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكَّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصَاً، وَتَرُوحُ بِطَانًا

Artinya: “Andaikan kalian bertawakkal kepada Allah dengan pasrah yang sebenar-benarnya. Pasti Allah akan memberi rezeki kalian. Hal ini sebagaimana Allah memberi rezeki pada seekor burung. Burung tersebut berangkat dalam keadaan perut kosong lalu ia kembali dengan perut yang sudah kenyang.”

6- Berdoa

Barang siapa yang menginginkan rezekinya diluaskan oleh Allah, maka perbanyaklah berdoa kepada Allah agar diluaskan rezeki. Allah adalah Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki dan dalam kekuasaan-Nya perbendaharaan langit dan bumi. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ

Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). (QS. Ghafir: 60).

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud dari Abi Sa’id al-Khudri, beliau berkata: “Rasulullah ﷺ suatu ketika masuk ke masjid, lalu mendapati ada seorang laki-laki dari golongan Anshar – namanya Abu Umamah, kemudian Rasul bertanya, “Wahai Abu Umamah, saya tidak pernah melihat engkau di masjid di luar waktu shalat (sebelumnya)?” Abu Umamah menjawab: “kesulitan dan hutang yang membuatku berada di sini wahai Rasul.” Rasulullah kemudian bersabda, “Maukah engkau aku ajari sebuah kalimat yang jika engkau baca, Allah akan hilangkan kesulitanmu dan menyelesaikan hutangmu?” Abu Umamah menjawab: “Baik Ya Rasul.” Rasulullah bersabda: “katakan di saat pagi dan petang:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Artinya: “Ya Allah aku bermohon kepadamu dari kenestapaan dan kesedihan, Aku bermohon kepadamu dari ketidakmampuan dan kemalasan, Aku bermohon kepadamu dari kebakhilan. Dan Aku bermohon kepadamu dari lilitan hutang dan tekanan orang-orang (berkuasa).”

Aku pun melakukan apa yang disabdakan Rasulullah, lalu Allah menghilangkan kesedihanku dan melunasi hutangku.

7- Sholawat Kepada Nabi ﷺ

Di antara penyebab terbukanya pintu-pintu rezeki adalah perbanyak membaca sholawat kepada Nabi ﷺ. Sungguh telah At-Tirmidzi telah meriwayatkan dari Ibay bin Ka’ab. Beliau berkata: “Wahai Rasulullah, aku banyak bershalawat untukmu. Berapakah yang harus aku jadikan untukmu daripada shalawatku (dalam doa)?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Terserah padamu.” Aku bertanya: “Seperempat?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Terserah padamu, namun jika engkau tambahkan maka itu lebih baik bagimu.” Aku bertanya: “Separuh?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Terserah padamu, namun jika engkau tambahkan maka itu lebih baik bagimu.” Aku bertanya: “Dua per tiga?” Rasulullah ﷺ menjawab: “Terserah padamu, namun jika engkau tambahkan maka itu lebih baik bagimu.” Aku berkata:“Jika demikian aku jadikan semua untuk bershalawat padamu.” Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika demikian, semua keinginanmu akan dicukupkan dan dosamu pun akan diampuni.”

8- Membaca Surat Al-Waqi’ah

Penyebab yang lain agar diluaskan rezeki adalah perbanyak membaca Surat Al-Waqi’ah. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Marduwiyah dan Ibnu Asakir dari Ibnu Mas’ud, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَدَاً

Artinya: “Barang siapa membaca Surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran (kemelaratan) selamanya.”

9- Memenuhi Kebutuhan Orang Lain

Barang siapa yang menginginkan rezekinya diluaskan oleh Allah, maka berusaha melayani keperluan orang lain (membantu sesama) sebagaimana yang disebutkan dalam kitab kitab shahih dari hadits Ibnu Umar:

وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.”

10- Bersyukur Kepada Allah ﷻ

Sesungguhnya bersyukur kepada Allah ﷻ merupakan salah satu pintu-pintu keberkahan dan ditambah rezekinya. Allah ﷻ berfirman:

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu” (QS. Ibrahim: 7). Barang siapa yang ingin diluaskan dan tambahkan rezekinya, maka jadilah orang yang bersyukur. Wallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Publisher: Fakhrul

Referensi:

✍️ Syaikh Mukhlif Yahya al-Aliy al-Hudaifiy al-Qadiriy al-Hasniy| Ar-Ratib at-Tiryaq li Daf’i ad-Dain wa Jilbi al-Arzaq min Ad’iyati al-Immah wa al-Arifin wa al-Ulama’ wa ash-Shalihin| Non Percetakan, halaman 78-80.