KH. Thoifur Ali Wafa, kealimannya tidak diragukan lagi. Banyak kitab-kitab yang telah beliau tulis, di antaranya adalah, Maisanul Lathif Syarhu Fathil Lathif, komentar atas kitab Matnus Syarif.
Dalam kesempatan bedah kitab Matnus Syarif karya Syaikhona Kholil tadi malam di PPSMCH, beliau sebagai pemateri menjelaskan tentang rahasia menjadi orang alim.
Di antaranya, harus “Dekkah ka Ilmu” (rakus terhadap ilmu). Tanda orang itu rakus terhadap ilmu, dia tidak pernah ketinggalan selalu membawa bopen dan buku di dalam sakunya.
Kemudian beliau bercerita.
Suatu ketika beliau dibawa oleh gurunya – Syaikh Ismail al-Yamani – ke tempat pengajian. Karena saking banyaknya santri yang dibawa, mobil yang ditunggani menjadi sempit dan desakan.
Di tengah-tengah itu, Syaikh Ismail sepontan berkata kepada para santri :
سم الخياط مع الأحباب ميدان
”Sempitnya lubang jarum, kalau bersama seorang kekasih akan terasa luas seperti lapangan.”
Kata-kata tersebut oleh Kiai Thoifur dicatat sebagai sebuah faidah, sebab beliau memang selalu membawa buku dan bolpen di dalam sakunya.
Sebagaimana kata-kata ulama :
وكن مستفيدا كل يوم زيادة
Artinya, “Jadilah kamu seseorang yang selalu mendapatkan faidah setiap harinya.”
Dalam kesempatan yang lain, beliau menemukan faidah tersebut dalam sebuah kitab yang lebih lengkap, sehingga mengingatkan beliau pada kata-kata gurunya tempo hari, dan menambah pemahaman atas faidah tersebut.
Lengkapnya faidah tersebut sebagai berikut :
رحب الفضاء مع الأعداء ضياقة
سم الخياط مع الأحباب ميدان
Artinya, “Luasnya cakrawala akan terasa sempit bila masih ada musuh. Tapi sempitnya lubang jarum akan terasa luas bila bersama kekasih.”
Wallahu A’lam
Semoga kita semua mendapatkan barakah beliau. Aamiin
Oleh : Shofiyullah El-Adnany
