Rahasia Menjadi Orang Alim

oleh -208 Dilihat

KH. Thoifur Ali Wafa, kealimannya tidak diragukan lagi. Banyak kitab-kitab yang telah beliau tulis, di antaranya adalah, Maisanul Lathif Syarhu Fathil Lathif, komentar atas kitab Matnus Syarif.

‎Dalam kesempatan bedah kitab Matnus Syarif karya Syaikhona Kholil tadi malam di PPSMCH, beliau sebagai pemateri menjelaskan tentang rahasia menjadi orang alim.

‎Di antaranya, harus “Dekkah ka Ilmu” (rakus terhadap ilmu). Tanda orang itu rakus terhadap ilmu, dia tidak pernah ketinggalan selalu membawa bopen dan buku di dalam sakunya.

‎Kemudian beliau bercerita.

‎Suatu ketika beliau dibawa oleh gurunya – Syaikh Ismail al-Yamani – ke tempat pengajian. Karena saking banyaknya santri yang dibawa, mobil yang ditunggani menjadi sempit dan desakan.

‎Di tengah-tengah itu, Syaikh Ismail sepontan berkata kepada para santri :

‎سم الخياط مع الأحباب ميدان

‎”Sempitnya lubang jarum, kalau bersama seorang kekasih akan terasa luas seperti lapangan.”

‎Kata-kata tersebut oleh Kiai Thoifur dicatat sebagai sebuah faidah, sebab beliau memang selalu membawa buku dan bolpen di dalam sakunya.

‎Sebagaimana kata-kata ulama :

‎وكن مستفيدا كل يوم زيادة

‎ Artinya, “Jadilah kamu seseorang yang selalu mendapatkan faidah setiap harinya.”

‎Dalam kesempatan yang lain, beliau menemukan faidah tersebut dalam sebuah kitab yang lebih lengkap, sehingga mengingatkan beliau pada kata-kata gurunya tempo hari, dan menambah pemahaman atas faidah tersebut.

‎Lengkapnya faidah tersebut sebagai berikut :

‎رحب الفضاء مع الأعداء ضياقة

‎سم الخياط مع الأحباب ميدان

‎Artinya, “Luasnya cakrawala akan terasa sempit bila masih ada musuh. Tapi sempitnya lubang jarum akan terasa luas bila bersama kekasih.”

‎Wallahu A’lam

‎Semoga kita semua mendapatkan barakah beliau. Aamiin

 

‎Oleh : Shofiyullah El-Adnany