Kisah Keutamaan Ibadah di Malam Nisfu Sya’ban

oleh -110 Dilihat

 

Al-kisah, suatu hari Nabi Isa as melakukan perjalanan. Dari kejauhan beliau melihat sebuah gunung yang menjulang tinggi tampak indah di pandang mata. Beliau pun tergiur untuk mendaki gunung itu.

Sesampai di pucak gunung, Nabi Isa as menemukan batu besar yang sangat putih melebihi putihnya susu. Karena indahnya batu, Beliau berjalan mengitari batu itu. Kemudian terdengar wahyu Allah ﷻ menyapa Nabi Isa as:

“Wahai Isa! Maukah engkau aku tampakan keajaiban yang lebih menakjubkan dari apa yang engkau lihat?”

“Ya wahai Tuhanku!”.

Tiba-tiba batu besar yang putih itu terbelah dan tampak dari belahan batu itu sosok orang tua yang berjubah bulu dengan tongkat berwarna hijau ditangan serta pohon anggur didekatnya.

Melihat kejadian itu, Nabi Isa as kian takjub, lalu beliau bertanya kepada orang tua itu:

“Wahai orang tua! Apa sebenarnya yang terjadi?”

Orang tua itu menjawab: “Aku melakukan ibadah di dalam batu besar ini dan buah pohon anggur ini adalah rezeki yang aku makan setiap hari.”

Kemudian Nabi Isa as bertanya lagi kepada orang tua itu “Sejak berapa lama engkau beribadah dalam batu ini?.”

“400 tahun lamanya.” Jawab orang tua itu.

Setelah itu Nabi Isa as bermunajat kepada Allah ﷻ: “Wahai Tuhanku, Junjunganku! Adakah makhluk ciptaan-Mu yang lebih utama dari orang tua ini?”

Lalu Allah ﷻ memberi wahyu kepada Nabi Isa as: “Sesungguhnya seorang dari umat Muhammad yang mendapati bulan Sya’ban dan mau melakukan sholat dua rakaat di malam Nisfu Sya’ban lebih utama disisi-Ku dibanding ibadah orang tua ini.

Lantas Nabi Isa as berkata: “Semoga aku dijadikan umat Muhammad ﷺ”. Sekian

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Ahmad Syihafuddin bin Salamah al-Qulyubi| Nawadzir al-Qulyubi, Daru al-Kutub al-Ilmiyah| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 15-16.

✍️ Syaikh Abdurrahman bin Abdussalam bin Abdurrahman bin Utsman ash-Shafuri asy-Syafi’i| Nuzhatu al-Majalis wa Muntakhabu an-Nafais| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, juz 1, halaman 210-211.