Kisah Imam Haromain Gagap Bicara, Gara-gara Asi Subhat yang di Minumnya Saat Kecil

oleh -39 Dilihat

Syaikh ad-Duktur Raid Salim Syarif ath-Tha’i dalam karyanya yang diberi nama: “Imam Haromain wa Manhajuhu fi Kitab al-Irsyad ila Qawathi’i al-Adillati fi Ushul al-I’tidad” menuturkan:

يحكى أن الإمام تلجلج مرة في مجلس المناظرة فقيل له: يا إمام ما هذا الذي لم يعهد منك؟ فقال: ما أراها إلا آثار بقايا المصة

قيل: وما نبأ المصة؟

قال: إن أمي اشتغلت في طعام تطبخه لأبي وأنا رضيع فبكيت وكانت عندنا جارية مرضعة لجيراننا فأرضعتني مصة أو مصتين ودخل والدي فأنكر ذلك وقال هذه الجارية ليست ملكا لنا وليس لها أن تتصرف في لبنها وأصحابها لم يأذنوا في ذلك وقلبني حتى لم يدع في بطني شيئا إلا أخرجه وهذه اللجلجة من بقايا تلك الآثار

Dikisahkan bahwa suatu ketika sang Imam mengalami gagap bicara (terbata-bata saat berbicara) dalam suatu majelis debat. Lalu ada yang bertanya kepadanya, “Wahai Imam, apa yang terjadi padamu? Hal seperti ini tidak pernah terlihat darimu sebelumnya.”

Sang Imam menjawab, “Aku tidak melihat hal ini melainkan karena sisa-sisa efek dari satu isapan susu.”

Orang-orang bertanya, “Bagaimana kisah tentang isapan susu itu?”

Beliau menceritakan, “Dahulu sewaktu aku masih bayi, ibuku sedang sibuk memasak makanan untuk ayahku, lalu aku menangis. Saat itu di rumah kami ada seorang budak wanita milik tetangga yang sedang menyusui, lalu ia menyusuiku sebanyak satu atau dua kali isapan. Tiba-tiba ayahku masuk dan tidak menyukai hal tersebut. Ayah berkata, ‘Budak ini bukan milik kita dan ia tidak berhak mengeluarkan air susunya, sedangkan pemiliknya belum memberi izin untuk itu.’ Ayah kemudian membalikkan tubuhku (kepala di bawah, kaki di atas) hingga tidak menyisakan sesuatu pun di perutku melainkan memuntahkan semuanya. Kegagapan ini adalah sisa-sisa dari isapan air susu tersebut.”

Oleh: Abdul Adzim

Referensi:

✍🏻 Syaikh ad-Duktur Raid Salim Syarif ath-Tha’i| Imam Haromain wa Manhajuhu fi Kitab al-Irsyad ila Qawathi’i al-Adillati fi Ushul al-I’tidad| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 53-54.