Keutamaan Tidak Tidur Lebih Baik dari pada Tidur

oleh -24 Dilihat

Jika ditanya lebih mana antara tidur dan tidak tidur? Jawabnya lebih baik tidur, jika ia tidak tidur melakukan maksiat kepada Allah ﷻ namun jika ia tidak tidur bisa menambah amal kebajikan kepada Allah ﷻ, maka tidak tidur lebih baik dari pada tidur.

Dalam kitab ar-Risalah al-Qusyairiyah dan Tafsir Ruhu al-Bayan disebutkan:

كان لرجل تلميذان اختلفا فيما بينهما فقال أحدهما : النوم خير لأنَّ الإنسان لا يعصي الله في تلك الحالة . وقال الآخر : اليقظة خير لأنه يعرف الله في تلك الحالة . فتحاكما إلى ذلك الشيخ فقال : أما أنت الذي قلت بتفضيل النوم فالموت خير لك من الحياة، وأما أنت الذي قلت بتفضيل اليقظة فالحياة خير لك

“Ada seseorang laki-laki yang mempunyai dua murid yang sedang berdebat sengit. Yang satu berkata: “Tidur itu lebih baik (dari tidak tidur) kerena seseorang tidak akan melakukan kemaksiatan saat dia tidur.” Dan yang lain berkata: “Tidak tidur itu lebih baik dari pada tidur karena seseorang bisa makrifat kepada Allah saat dia terjaga (tidak tidur). Lantas keduanya meminta penjelasan kepada guru mereka.

Sang guru menjawab: “Untuk kamu yang mengatakan bahwa tidur itu lebih utama, maka mati lebih baik bagimu dari pada hidup. Sedangkan kamu yang mengatakan bahwa tidak tidur utama, maka hidup lebih baik bagimu.”

وفي هذه القصة إشارة إلى أن طول الحياة واليقظة محبوبان لتحصيل معرفة الله تعالى، وحسن القيام لطاعته

“Dalam kisah di atas, memberikan isyarat bahwa panjang usia dan tidak tidur merupakan dua perkara yang sangat didambakan karena dua perkara tersebut dapat membuka tirai makrifat kepada Allah ﷻ dan dapat indahnya terjaga kerena melakukan ketaatan kepada Allah ﷻ”. Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍🏻 Syaikh Abu al-Qasim Abdul Karim bin Hawazan al-Qusyairi| Ar-Risalah al-Qusyairiyah| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman, 416.

✍🏻 Syaikh Ismail Haqqi bin Musthofa al-Hanawiy al-Khal wati al-Barusawiy| Ruhu al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, juz 6, halaman 399.