Hal yang maklum kita jumpai apabila melihat perempuan merasa malu untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki untuk dinikahi, karena mindset yang telah tertanam pada mereka adalah dilamar bukan melamar.
Sebenarnya hal itu bukan problem, namun perlu diketahui bahwa, perempuan tidak hanya memiliki hak untuk dilamar, akan tetapi juga punya hak untuk melamar, bahkan sunnah perempuan menawarkan dirinya kepada laki-laki yang shaleh untuk dinikahi
Seperti Sayyidah Khodijah yang melamar Rasulullah Saw karena kejujuran dan amanah yang dimiliki oleh seorang Rasulullah Saw, hal itu sebagaimana tercantum dalam Kitab Syamsu Al-Munirah Fi An-Nikah karya Habib Ali bin Hasan Baharun
ويسن لولي المرأة التي يرغب في تزويجها أن يعرض زواجها على أهل الصلاح والتقوى، تأسيًا بما فعل شعيب عليه الصلاة والسلام مع موسى ﷺ حين عرض بنته عليه لما عُرِف من أمانته وعفافه. – إلى أن قال- وكما خطبت السيدة خديجة محمد بن عبد الله قبل البعثة
Bahkan dari redaksi di atas, kita juga bisa jumpai bahwa disunnahkan bagi wali si perempuan agar menawarkan putrinya kepada orang shaleh karena ke-sholehannya, hal ini sebagaimana dilakukan oleh Nabi Syu’aib saat melamar Nabi Musa untuk dinikahkan dengan putrinya
Atau juga seperti yang dilakukan oleh Sayyidina Umar ketika melamar Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Usman untuk putrinya, Sayyidah Hafsoh yang ditinggal wafat suaminya sebab perang
وتأسيًا أيضًا بما فعل عمر بن الخطاب رضي الله عنه عندما عرض ابنته حفصة رضي الله عنها على عثمان، ثم على أبي بكر، وتزوجها النبي ﷺ
Ditambah lagi, Syeikh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya, Fathul Bari malah ada bab khusus tentang seorang wali (nikah) yang menawarkan putrinya atau saudarinya kepada orang sholeh untuk dinikahi
بَابُ عَرْضِ الْإِنْسَانِ ابْنَتَهُ أَوْ أُخْتَهُ عَلَى أَهْلِ الْخَيْرِ
Maka dari itu, untuk kaum wanita ataupun wali si perempuan tidak perlu sungkan untuk melamar laki-laki yang sholeh, karena hal itu bukanlah sebuah aib, akan tetapi merupakan anjuran dalam syariat Islam. Allahua’lam
Author: Fakhrullah
Referensi:
- Fathul Bari, Syeikh Ibnu Hajar Al-Asqalani, Maktabah Syamilah
- Syamsul Munirah, Habib Ali bin Hasan Baharun, Daru Al-Lughoh Wa Ad-Da’wah
