Jangan Lupa Sahur, Karena Dalam Sahur Ada Barokah

oleh -116 Dilihat

Diantara ritual orang puasa baik puasa sunah atau Puasa Ramadhan adalah makan sahur sebelum terbit fajar. Namun bagi sebagian orang, makan sahur dianggap hanya ritual biasa sekedar menolak rasa lapar di siang harinya hingga mereka memilih meninggalkannya karena dianggap lebih sempurna dalam berpuasa. Padahal dalam makan sahur selain taat mengikuti sunah yang dianjurkan Nabi ﷺ, dalam sahur juga ada banyak hikmah terkandung di dalamnya. Berikut hadits dan penjelasan ulama bahwa dalam sahur itu ada barokah:

عن أنس رضي الله عنه قال صلى الله عليه و سلم: تَسَحَّرُوا ، فإِنَّ فِي السّحور بركة ( رواه البخاري (۱۹۲۳)، ومسلم (۱۰۹۵)، والترمذي (۷۰۸)، وابن ماجه (١٩٦/٢)، وابن خزيمة (۱۹۳۷)، وابن الجارود (۳۸۳)، والبغوي (۱۷۲۷)، (۱۷۲۸)، والدارمي (٦/٢)، وابن حبان (٣٤٦٦)، وأحمد (۹۹/۳ ، ۲۲۹، ۲۵۸ ، ۲۸۱)، والبيهقي (٢٣٦/٤)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra ia berkata, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu mengandung keberkahan (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya).

Selanjutnya Syaikh al-Hafidz Abu Hafs Umar bin Ali bin Ahmad al-Anshoriy asy-Syafi’iy (w. 804 h) yang dikenal dengan sebutan Ibnu al-Mulaqqin dalam kitabnya al-I’lamu bi Fawaidi ‘umdutu al-Ahkam saat menjelaskan arti kata “al-Barokah” dalam hadits diatas mengatakan:

البركة: النماء والزيادة، وهذه البركة المعلل بها السحور، يجوز أن تكون أخروية، لأن فيه متابعة السنة، وهي موجبة للثواب وزيادته وثمرته، وقد يحصل له بسببه ذكر ودعاء ووضوء وصلاة واستغفار في وقت شريف تنزل فيه الرحمة، ويستجاب الدعاء، وقد يدوم ذلك حتى يطلع الفجر، وكل ذلك سبب لمزيد الأجور

“Barokah (secara bahasa) adalah kian bertambah. Dengan alasan barokah yang menjadi landasan (orang yang berpuasa) melakukan makan sahur boleh jadi yang dimaksud barokah tersebut adalah dalam urusan akhirat karena dalam makan sahur ada ketaatan mengikuti sunah Nabi ﷺ yang pasti mendapat, menambah dan berbuah pahala dan kadang sebab bangun makam sahur seseorang juga bisa mendapatkan pahala doa, wudhu, sholat dan bacaan istighfar yang dilakukan pada waktu (sahur) yang mulia tempat turunnya rahmat dan terkabulnya doa bahkan kadang hal itu dilakukan hingga terbit fajar. Semua itu menjadi penyebab bertambahnya pahala.”

ويجوز أن تكون دنيوية كقوة البدن على الصيام، والنشاط له، ويحصل له بسببه الرغبة في الازدياد من الصوم لخفة المشقة على فاعله، فيجوز أن تضاف إلى كل واحد من الفعل والمتسحر به معاً، وعلى هذا الأكثر فتح السين من السحور، كما قاله الشيخ تقي الدين

“Dan bisa juga yang maksud barokah tersebut adalah barokah dalam urusan duniawi seperti dapat menguatkan bagi orang berpuasa dan semangat serta bisa menjadi penyebab kegemaran bagi pelakunya menambah puasa (dalam puasa sunah) kerena merasa ringan mengerjakannya. Maka boleh jadi (maksud barokah dalam urusan duniawi) disandarkan kepada setiap orang berupa (semangat) mengerjakan puasa dan melakukan makan sahur secara bersamaan dan karena alasan ini para ulama membaca Fathah pada kata “as-Suhur” dalam hadits di atas sebagaimana keterangan yang disampaikan Syaikh Taqiyuddin as-Subkiy.”

ويجوز أن تكون البركة بمجموع الأمرين. وحاصل البركة في السحور يتنوع أنواعاً : أولها : اتباع السنة والاقتداء . ثانيها: مخالفة أهل الكتاب في الزيادة في الأكل على الإفطار كما ستعلمه بعد . ثالثها: التقوي به والنشاط للصوم سيما الصبيان . رابعها : التسبب للصدقة على من يسأل إذ ذاك . خامسها: التسبب لذكر الله والدعاء والرحمة فإنه وقت الإجابة . سادسها : التسبب في حسن الخلق، فإنه إذا جاع ربما ساء خلقه . سابعها تجديد نية الصوم فيخرج من خلاف من أوجب تجديدها إذا نام ثم تنبه

“Boleh jadi maksud dari barokah tersebut mencakup keduanya (barokah dunia dan akhirat).

Ringkasnya, barokah dalam melakukan makan sahur ada berapa macam:

1- Mengikuti sunah Nabi ﷺ.

2- Membadai orang-orang Ahli Kitab (Yahudi Dan Nasrani) yang kerap menambah porsi makan saat berbuka puasa sebagaimana yang akan dijelaskan di halaman berikut.

3- Untuk memberi kekuatan dan semangat bagi orang yang berpuasa lebih-lebih bagi anak kecil.

4- Menjadi penyebab mau bersedekah kepada orang yang meminta (makan sahur) kala itu.

5- Menjadi penyebab untuk berdzikir kepada Allah ﷻ, berdoa dan memohon rahmat karena pada waktu sahur adalah waktu terkabulnya doa.

6- Menjadi penyebab baiknya budi pekerti karena jika seseorang sedang lapar biasanya menjadi buruk budi pekertinya.

7- Dapat memperbarui niat puasa sehingga keluar dari perbedaan ulama yang mengatakan wajibnya memperbarui niat ketika telah tidur kemudian bangun. Waallahu A’lamu.

Penulis: Abdul Adzim

Publisher: Fakhrul

Referensi:

✍️ Syaikh al-Hafidz Abu Hafs Umar bin Ali bin Ahmad al-Anshoriy asy-Syafi’iy| Al-I’lamu bi Fawaidi ‘umdutu al-Ahkam| Daru al-Ashimah, juz 5, halaman 186-188.