Kitab Matnus Syarif merupakan kitab dasar fiqih Madzhab Syafii karangan Syaichona Moh Cholil. Kemudian, disyarahi oleh KH. Toifur Ali Wafa dengan diberi judul Al-Maisanul Lasif. Setelah disyarahi, kitab tersebut dihaturkan kepada KHS. Abdullah Schal, yang merupakan mertuanya sendiri. KH. Abdullah Schal sangat gembira dan berkata dengan bahasa Madura, “Masyaallah, Alhamdulillah kuleh lakar cek terronah nekah bede aladin.” Kemudian Kiai Toifur meminta taqrid (kata pengantar) kepadanya, dan KHS. Abdullah berkata, “Kamu tulis saja taqridnya nanti saya tanda tangani.”
Beliau bercerita bahwa, setelah menulis kitab Al-Maisanul Lasif, beberapa hari kemudian beliau mimpi bertemu Syaichona Moh Cholil. Menurut penuturannya, dalam mimpi tersebut suasana dan lingkunngan sekitarnya seolah-olah kehidupan pada zaman dahulu, yaitu berupa persawahan dan rumah-rumah yang terbuat dari bambu. Kiai Toifur berjalan dari arah selatan menuju utara. Tiba-tiba ada orang yang menyambut di salah satu rumah tersebut. Rupanya ia adalah Syaichona Moh Cholil, ia memakai surban kekuning-kuningan dengan menutupkan selendang tersebut ke tubuhnya. Orangnya haibah dan ganteng, wajahnya mirip Syeikh Muhammad Ali ar-Rohbini, cuman hidungnya agak kecil

Lalu Syaichona Moh Cholil memeluk Kiai Toifur sambil bercanda, tapi Kiai Toifur merasa ketakutan, maka Kiai Toifur dilepaskan. Lalu Kiai Toifur menghaturkan dua syiir yang berbunyi:
قُل لِمَنْ لَمْ يَرَ المَعَاصِرَ شَيْئَا
وَيَرَى لِلأَوَائِلِ التَّقْدِيمَا
“Katakanlah kepada orang yang tidak melihat apa pun dari (karangan-karangan kitab) para ulama sezaman,
dan hanya melihat (karangan-karangan kitab) ulama terdahulu saja,”
إِنَّ هَذَا القَدِيمَ كَانَ حَدِيثَا
وَسَيَبْقَى هَذَا الحَدِيثُ قَدِيمَا
“Sesungguhnya (karangan-karangan kitab) yang dahulu itu pernah menjadi baru pada zamannya,
dan (karangan-karangan kitab) pada hari ini kelak akan menjadi terdahulu.”
Lalu Syaichona Moh Cholil mengangguk dengan senang mengiyakan syiir yang disampaikan oleh Kiai Toifur. Kemudian, syiir tersebut dijadikan taqrid dalam kitab beliau, Al-Maisnul Lasif.
Keterangan ini, KH. Toifur sendiri yang memaparkan kepada para santri dan para delegsi bathsul masa’il dalam acara seminar bedah kitab Matnus Syarif yang bertempat di halaman PP. Syaichona Moh Cholil pada Jumat, 28 November 2025
Author: Fakhrullah







