Membeli Istana di Amerika, Tapi Tidak Membeli Visa Untuk Sampai ke Sana

oleh -185 Dilihat

Pekan berikutnya, KH. Muhammad Ismail Al-Ascholy menjelaskan ayat berikut:

وقال في تفسير قوله تعالى
سورة ال عمران
(قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ )

Artinya: KH. Maimun Zubair berkata mengenai tafsir ayat al-Qur’an yang artinya, “Katakanlah, apabila kalian mencintai Allah SWT maka ikutilah aku, niscaya Allah SWT akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, Allah SWT adalah Dzat yang Maha Pengampun.”

قوله: ﴿فَاتَّبِعُونِي) أي في كل ما جئت به وهو الإسلام وشريعته الخالدة

Artinya: Firman Allah SWT yang artinya, (maka ikutilah aku) maksudnya adalah setiap apa yang aku (Rasulullah) bawa, yaitu Islam dan syariatnya yang abadi.

ومما قال عند بيانه هذه الآية : لما دفن النبي الله وأبو بكر في حجرة عائشة، لا تكون تتستر وتتجليب.. فلما دفن فيها عمر وهو أجنبي لها تجليبت ولو في حجرتها

Artinya: Di antara apa yang disampaikan oleh KH. Maimun Zubair ketika menjelaskan ayat ini adalah ketika Rasulullah SAW dan Sayyidina Abu Bakar dimakamkan di kamar Sayyidah Aisyah, ia tidak membuat penutup dan tidak berhijab di dalam kamarnya. Kemudian ketika Sayyidina Umar dimakamkan di sana juga -yang mana Sayyidina Umar adalah ajnabi (bukan mahramnya)- maka ia berhijab walapun di dalam kamarnya.

Penjelasan barusan menurut Lora Ismail menunjukkan bahwa betapa Sayyidah Aisyah mengikuti Syariat Nabi, sampai-sampai meskipun di sisi orang yang telah dikubur masih berhijab, padahal sudah tidak bisa kelihatan lagi.

قال: قد كثر في هذا الزمان طلب الأجر الكثير الكبير وهو لا يضمن له أن يدخل الجنة؛ مثلاً ، طلب الأربعين صلاة عند المسجد النبوي، ولا يهتم له حب معية النبي ﷺ فيه كما يهتم له صلاة الأربعين؛ فلذلك يقال: (إلهي أنت مقصودي) أي لا الجنة، ورضاك مطلوبي) أي لا كثرة الأجر.

Artinya: KH. Maimun Zubair berkata, “Di zaman ini banyak orang mencari pahala yang banyak, yang mana hal itu tidak menjaminnya untuk masuk surga, seperti orang-orang yang mementingkan solat arbain nabawi (sholat 40 kali di Masjid Nabawi) dan tidak mementingkan untuk bersama Rasulullah sebagimana mereka mementingkan sholat arbain nabawi. Oleh karena itu dikatakan (dalam munajat): (Wahai Tuhanku, Engkau adalah tujuanku) maksudnya ya bukan surga tujuannya, (dan ridhoMu yang kami harapkan) maksudnya ya bukan banyaknya pahala yang diharapkan.

Dari Redaksi di atas, Ra. Ismail menjelaskan bahwa KH. Maimun Zubair sangat menyayangkan orang-orang yang lebih mementingkan sholat arbain nabawi daripada mementingkan kebersamaan dengan Rasulullah. Karena, pada hakikatnya mulianya Madinah bukan karena ada raudha, bukan karena adanya sholat arbain, atau apapun itu, melainkan mulianya Madinah sebab karena ada makam Rasulullah di sana

Orang yang lebih mementingkan hal lain daripada kebersamaan dengan Rasulullah ini menurut Ra. Ismail seperti orang yang mampu membeli istana di Amerika, tapi ia tidak membeli Visa untuk sampai ke istananya tersebut. Jadi, sia-sia saja sudah membeli istana besar tapi tidak bisa ditempati.

Jika kita sudah bisa mementingkan kebersamaan dengan Rasulullah di sana maka akan mendorong kita untuk selalu melakukan ketaatan, melakukan ibadah dan meninggalkan maksiat.

Oleh karena itu, Ra. Ismail menyampaikan agar senantiasa mengingat dan merasakan keberadaan orang-orang mulia saat berada di tempat mulia, seperti saat ada di Pesantren Syaichona Moh Cholil, maka hendaknya selalu ingat bahwa Syaichona Moh Cholil selalu melihat kita, sehingga kita malu untuk melakukan pelanggaran, bermaksiat dan lain-lain yang dapat membuatnya tidak suka.

Mengenai sholat arbain nabawi, Lora Ismail menambahkan bahwa hal itu juga bisa diraih dengan niat sholat qadha, mengganti sholat-sholat yang mungkin pernah ditinggalkan dan tidak sempat diqodho’ sampai 40 kali sholat dengan digilir dari subuh sampai isya dan seterusnya.

Author: Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.