Wanita dan Hatinya, Oleh Syarifah Halimah Alaydrus

oleh -283 Dilihat

Ulama berkata, “Perempuan, kalau tidak karena keimanan dan hatinya, maka sepanjang hidupnya ia akan menderita oleh perasaannya sendiri. Hidup bahagia bukan dirasakan oleh badan atau anggota tubuh seseorang, tapi lebih pada hatinya, jika hatinya bahagia, maka seluruh anggota badan akan berbahagia dimanapun dan bersama siapapun,” tutur Syarifah Halimah Alaydrus, dalam tausiyahnya yang bertempat di Masjid Jami As-Salam, Kalimantan Tengah, pada (31/05/2025).

Beliau menyampaikan agar tidak menganntungkan kebahagiaan pada seseorang, seperti halnya anak kecil yang bisa merasakan kebahagiaan meskipun dengan bermain sendirian. Jadi, semua hanya tentang perasaan saja, maka penting untuk memastikan hatimu agar selalu bahagia, baik ketika masih kecil, remaja, dewasa atau nanti jika sudah lanjut usia.

Selanjutnya, beliau menasehati kita agar senantiasa menjaga hati agar tetap tenang dan ridho terhadap ketentuan Allah SWT sebagaimana berikut:

Agar kita bahagia, maka hendaknya kita bedakan antara fakta dan juga rasa. Fakta adalah sebuah kenyataan yang sedang dialami seseorang, seperti ketika duduk bersama di majelis ilmu. Sedangkan rasa atau perasaan adalah fikiran yang berkecamuk pada masing-masing diri kita.

Tuhan Menguji Manusia Sesuai Kadar Kemampuannya

Allah tidak akan membebani seseorang diluar batas kemampuan seseorang, sebagaimana firmannya:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.” Batas kemampuan di sini adalah batas kemampuan badan, bukan perasaan. Karena perasaan, bisa dikontrol oleh hati kita. Misalnya, ketika seseorang merasakan kesakitan atau kecelakaan, ketika ia tidak kuat menahan rasa sakit, maka oleh Allah SWT ia tidak disadarkan dengan sakitnya seperti pingsan.

Beda lagi dengan perasaan. Maka betapa banyak orang yang depresi bukan karena kelelahan kerja, tapi karena kelelahan akan perasaannya yang terus berkecamuk. Jadi, bagi perempuan untuk selalu mengontrol hatinya, selalu dikuatkan hatinya dan berusaha untuk selalu dikendalikan.

Jika fakta, ia tidak bisa kita kendalikan, maka jangan mengubah fakta yang telah Allah SWT berikan. Jika seorang perempuan tidak bisa mengendalikan rasa, maka rasa akan ditunggangi oleh hawa nafsu, dan hawa nafsu dikendalikan oleh setan, dan ia menjadi wanita yang dijauhkan dari Allah SWT.

Wanita dilarang bersedih. Setan seringkali masuk pada rasa sedih, rasa tidak berguna, tidak layak dicintai, dan lain-lain. Jadi, setan tidak hanya mengajak pada dosa saja. Allah SWT berfirman yang artinya, “Sesungguhnya berburuk sangka itu adalah perbutan dosa.” Maka janganlah berburuk sangka pada Allah SWT, sesungguhnya berburuk sangka pada Allah adalah dosa.

Dalam berburuk sangka disini, setan akan masuk dalam dirimu dan menjadikanmu tidak bahagia. Maka berhati-hatilah pada rasa sedih, gelisah, dan lain-lain. Karena hal ini yang akan menjauhkan kita dari Allah SWT. Allah SWT memberikan gambaran tentang kekasihnya dalam salah satu firmannya:

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ ۝٦

Artinya: “Merekalah kekasih Allah SWT, yang tidak dihantui oleh rasa takut dan kekhawatiran.” Maka bahagiakanlah diri kita agar menjadi kekasih Allah SWT.

Cara Agar Berbahagia

Diantara cara agar senantiasa berbahagia adalah dengan mengingat pada nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan, bukan pada kesedihan-kesedihan yang telah kita alami, atau harapan-harapan yang belum tercapai. Jadi, fikirkan bahwa kita tidak hidup seorang diri, banyak yang menyayangi kita; ada keluarga, sahabat, anak-anak, dan yang paling penting ada Nabi Muhammad yang sangat menyayangi kita. Nabi bersabda:

والذي بعثني بالحق نبيا لو اصاب على أحدكم شوك في رجلكم لأجدن آلامه في صدري

Artinya: “Demi Allah SWT yang telah mengutusku menjadi nabi, tidaklah ketika salah satu dari kalian terkena duri di kakinya, kecuali aku merasakan pedihnya didalam hatiku.

Maka dari itu, fokuslah pada sesuatu yang telah Allah SWT kasih, bukan pada sesuatu yang belum kita punya. Jangan membandingkan hidupmu dengan orang lain, jika kamu membandingkan hidupmu, maka kamu telah membuka pintu penderitaan dalam hatimu, karena setiap manusia berjuang dengan penderitaannya masing-masing.

Maka kata Allah, “Hiduplah di dunia ini, seperti dirimu seorang pengemudi, yaitu fokus pada diri sendiri, tidak banyak menoleh, karena seorang pengemudi yang banyak menoleh, ia akan mengalami kecelakaan.

Kisah Seorang Perempuan yang Haus Akan Hidayah

Ustadzah bercerita bersama teman beliau yang juga seorang pendakwah. Temannya ini juga sering menalqin orang untuk masuk islam. Suatu hari datanglah kepada beliau seorang perempuan yang memakai busana terbuka, celana jeans dan mengucapkan syahadat lewat beliau.

Kemudian suatu malam ustadzah mendapat telfon dari perempuan tersebut, “Ustadzah, pakaian apa yang Allah inginkan untuk saya pakai?” tanya perempuan itu. “Sebaiknya kamu belajar dulu gerakan sholat, bacaan-bacaan di dalamnya dan dzikir-dzikir kepada Allah,” Jawab ustadzah

Menurut ustadzah, permasalahan pakaian ini adalah hal yang sedikit rumit, bahkan perempuan yang memang terlahir islam pun, banyak yang enggan untuk memakai busana muslimah. Namun perempuan tersebut masih memaksa agar ustadzah memberitahunya tentang pakaian-pakaian islami yang Allah SWT inginkan.

Karena terus didesak, akhirnya beliau menjelaskan bahwa pakaian yang Allah SWT inginkan adalah pakaian yang tertutup, menutupi aurat dan tidak menampakkan lekukan tubuhnya. Keesokan harinya, perempuan tersebut mendatangi kediaman beliau dengan berbusana muslimah, “Apakah seperti ini, pakaian yang Allah inginkan untuk kita pakai ustadzah?”

Karena si ustadzah penasaran terhadap tingkah laku perempuan itu, maka beliau bertanya perihal si perempuan yang terus menerus bertanya tentang busana yang Allah SWT kehendaki. Lalu perempuan itu menjawab, “Ustadzah tidak pernah tahu rasanya menjadi seorang yang tidak beriman, ketika kami tidak beriman, rasanya sangat menderita, lebih daripada seorang anak yang tidak diinginkan oleh orang tuanya, hingga hidayah ini datang, kami sangat bahagia melebihi seorang anak yang bertemu dengan orang tuanya, dan mereka sangat menginginkannya,” jawab perempuan itu

Kita adalah seseorang yang diinginkan oleh Allah SWT untuk melaksanakan gerakan sujud, rukuk dan bertakbir kepadanya. Maka fokuslah pada segala kenikmatan yang telah Allah SWT berikan, bukan pada sesuatu yang belum Allah SWT berikan, hingga membuat kita sedih.

Kita mempunyai pengacara handal yaitu nabi Muhammad SAW. Yang akan terus menerus memintakan ampunan kepada kita hingga sekarang. Rasulullah SAW bersabda:

قرضت علي اعمالكم وأنا في قبري إن وجدت خيرا حمدت ربي فإن وجدت غير ذلك استغفرت ربي

Artinya: “Ketika saya meninggal dan berada di dalam kubur, maka dihidangkanlah amal kalian, jika bagus, maka aku memuji Tuhan-ku, namun jika sebaliknya maka aku memintakan ampunan kepada Allah untuk kalian.”

Maka dari itu, Ustadzah Halimah memberikan kesaksiannya bahwa ketika beliau dalam keadaan darurat atau terhimpit, beliau membaca sholawat, dan hal ini akan menjadikan beliau lapang. Salah satu sholawat yang beliau baca dan beliau buktikan ketika paman beliau sedang sakit parah adalah

اللهم صل وسلم على سيِّدنا محمّدٍ قد ضاقت حيلتي ادركني يا رسول الله

Membaca sholawat adalah cara tercepat untuk mendapatkan pertolongan dari Nabi Muhammad, karena kita melewati Rasulullah, makhluk yang paling dicintai oleh Allah SWT untuk meminta pertolongannya, karena yang mempunyai banyak pertolongan kelak di akhirat adalah Nabi Muhammad.

Maka dekati Allah SWT, dekati Rasulullah, dan berbahagialah dengan keduanya, lalu berjalanlah dalam ketaatan kepada Allah, ini adalah sumber kekuatanmu dalam menghadapi segala cobaan.

Author: Adibahkey

Editor: Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.