“Di antara karomah Syaichona Moh Cholil adalah tidak bisa difoto, tapi para paman dan para bibik mengatakan, ‘Jika ingin tahu fotonya di Belanda,'” tutur KH. Makki Nasir dalam acara Tasyakuran Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Moh Kholil dalam bidang Perjuangan Pendidikan Islam
Malam itu merupakan puncak acara tasyakuran, yang sebelumnya diawali dengan kirab dan lalaran Nadzom Alfiah dari PP. Syaichona Moh Cholil menuju maqbaroh Syaichona Moh Cholil di Martajesah Bangkalan pada Kamis sore, 20 November 2025
Baca Juga :
- Dua Cicit Syaichona Moh cholil Presentasikan Sejarah & Testimoni dari Santri-santri Sepuh Syaichona Moh Cholil
- KH. Imail Al-Ascholy: Awal Mula Penyematan Gelar ‘Syaichona’ untuk Syaichona Moh Cholil
- KH. Ismail Al-Kholilie: Catatan Syekh Yasin bin Isa Al-Fadani tentang Lima Ratus Ribu Santri Syaichona Moh cholil
KH. Makki Nasir, selaku dzurriyah Syaichona Moh Cholil menjelaskan bahwa, sampai saat ini tidak ada yang bisa menemukan foto Syaichona Moh Cholil yang berada di Belanda secara pasti. Adapun foto yang beredar sebelumnya merupakan foto KH. Kholil yang kebetulan sama-sama seorang kiai di Bangkalan dan namanya juga sama
“Kami meyakini foto di Belanda tersebut merupakan foto paspor. Namun, anehnya sampai sekarang fotonya tidak ditemukan, maka kita tidak berani menerima hal ini karena foto autenteiknya kurang. Adapun foto-foto yang beredar bukan foto Syaichona Moh Cholil. Namanya sama, tapi orangnya beda. Sama sama dari Bangkalan, tapi bukan Kholil bin Abdul latif, ” ungkapnya

Beliau memaparkan bahwa, gambar Syaichona Moh Cholil yang ditetapkan dalam penganugrahan sebagai pahlawan nasional hanyalah sketsa, bukan lukisan dan bukan foto. Hal itu dilakukan atas kesepakatan para dzurriyah Syaichona Moh Cholil sebagai salah satu syarat penerimaan anugrah sebagai pahlawan nasional
“Oleh karena itu, untuk memenuhi syarat administratif, maka kami mengambil jalan tengah dengan menggunakan sketsa. Agar proses administrasi ini betul-betul autentik sehingga kami memakai karya Mas Nonot, beliau memiliki kompetensi di bidangnya,” jelasnya.
Dengan tidak ditemukannya foto Syaichona Moh Cholil, terdapat hikmah tersendiri yang disampaikan oleh KH. Makki Nasir dalam sambutannya. Menurutnya, dengan demikian, Sketsa Syaichona Moh Cholil hendaknya tidak diedit dengan teknologi 2 dimensi (2D) seperti AI yang dapat membuat suatu gambar bergerak dan berbicara
“Di antara hikmah Syaichona Moh Cholil tidak bisa difoto adalah agar tidak dibuat mainan teknologi, seperti AI, yang sketsanya bisa berbicara dan semacamnya. Maka kami harap agar yang biasa main AI dihentikan, karena Syaichona Moh Cholil sangat menjaga adab,” tegasnya.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa menurut sesepuh Bani Kholil, wajah Syaichona Moh Cholil ada kemiripan dengan putrinya, yaitu Nyai. Hj. Asma, serta juga ada kemiripan dengan salah satu dzurriyahnya, yaitu KH. Kholil AG, beliau adalah putra dari pasangan KH. Zahrowi dan Nyai. Hj. Romlah, yang mana Nyai. Hj. Romlah sendiri merupakan putri dari KH. Imron bin Syaichona Moh Cholil bin KH. Abdul Latif
“Yang sering disebut oleh sesepuh adalah bahwa Syaichona Moh Cholil mirip KH. Kholil AG, ada yang mengatakan mirip Nyai Asma, putri Syaichona Moh Cholil,” Jelasnya
Beliau berharap, dengan adanya acara tersebut dapat menambah motivasi dan semangat dalam menelusuri jejak sejarah Syaichona Moh Cholil
“Dan mohon maaf atas segala kekurangan kami dari dzurriyah Syaichona Moh Cholil, mudah mudahan dengan acara tasyakuran ini mampu memicu semangat kami untuk bisa lebih dalam lagi menggali peninggalan Syaichona Moh Cholil untuk membangun Indonesia ke depan menuju Indonesia emas, baldatun toyyibatun warabbun ghofur, ” harap KH. Makki Nasir di akhir pidatonya.
Author: Fakhrullah








