
Dalam berapa catatan para ulama disebutkan, bahwa para Salafu ash-Shalih sangat senang gembira saat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, mereka bersyukur bahagia kepada Allah ﷻ kerena bisa dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. Hal itu dibuktikan dengan doa-doa mereka selama enam bulan selalu berharap bisa dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan.
Sebagian ulama Salaf (Ma’la bin al-Fadhal) berkata:
كانوا يدعون الله ستة أشهر أن يبلغهم رمضان، ثم يدعونه ستة أشهر أن يتقبله منهم . وقال يحيى بن أبي كثير: كان من دعائهم: اللهم سلمني إلى رمضان، اللهم سلم لي رمضان، وتسلمه مني متقبلا
“Mereka (Salafu ash-Shalih), selama enam bulan (sebelum Ramadhan) berdoa agar Allah ﷻ disampaikan ke bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan (setelahnya), mereka berdoa agar Allah ﷻ menerima (amalan di bulan Ramadhan) dari mereka”.
Yahya bin Abu Katsir menambahkan:
كان من دعائهم: اللهم سلمني إلى رمضان، اللهم سلم لي رمضان، وتسلمه مني متقبلا
Di antara doa yang mereka panjatakan: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan”.
Sementara Ibnu Rajab al-Hanbali saat menjelaskan hadits Nabi ﷺ dari Abu Hurairah ra:
قال رسول الله ﷺ: قد جاءكم رمضان، شهر مبارك، افترض الله عليكم صيامه، تفتح فيه أبواب الجنة، وتغلق فيه أبواب الجحيم، وتغل فيه الشياطين، فيه ليلة خير من ألف شهر، من حرم خيرها، فقد حرم
“Rasulullah ﷺ bersabda: “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya, dibukakan padanya pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, setan-setan dan dibelenggu. Didalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang dihalangi dari kebaikannya, sungguh ia telah dihalangi dari segala kebaikan’.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad, dan An-Nasa’i).
Beliau berkata:
قال بعض العلماء : هذا الحديث أصل في تهنئة الناس بعضهم بعضاً بشهر رمضان
كيف لا يُبشَّر المؤمن بفتح أبواب الجنان، كيف لا يُبشَّر المذنب بغلق أبواب النيران، كيف لا يُبشَّر العاقل بوقت يُغَلُّ فيه الشيطان، من أين يشبه هذا الزمانَ زمان؟
“Sebagian ulama mengatakan: Hadits ini merupakan dalil (kesunahan) ucapan selamat sebagian mereka pada yang lain dengan datangnya bulan Ramadhan.
Bagaimana orang yang beriman tidak gembira dengan dibukanya pintu-pintu surga?. Bagaimana orang yang pendosa tidak gembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka? Bagaimana orang yang berakal tidak gembira dengan waktu (bulan) yang di dalamnya setan-setan dan dibelenggu? Ada zaman (bulan) yang bisa menyamai bulan ini?”
Dalam sebuah hadist disebutkan:
أتاكم رمضان سيّد الشهور، فمرحباً به وأهلا
“Telah datang pada kalian penghulu bulan, maka ucapkanlah adanya selamat datang”. (Kanzu al-Amal 8/482 dan Majmu’ Zawaid 3/140).
اللهم طيب خواطرنا بقدوم رمضان وارزقنا فيه حسن الصيام لك والقيام.. اللهم نق قلوبنا من الخبث والدنس وسوء الأخلاق.. ولا تجعل مصيبتنا في ديننا يا غفّار
“Ya Allah, perbaikilah kekhawatiran kami dengan datang bulan Ramadhan dan berilah kami rezeki di dalamnya kebaikan puasa kepadamu dan ibadah di malam hari. Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari najis, kotoran dan jeleknya etika serta jangan Engkau jadikan musibah kami dalam agama kami. Duhai Dzat Yang Maha Mengampuni.” Amin
Waallahu A’lamu
Penulis: Abdul Adzim
Referensi:
✍️ al-Hafidz Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hanbaliy ad-Damsyiqiy| La thoifu al-Ma’rif fina al-Musimi al-Am mina al-Wadhaifu| Daru Ibnu Katsir, Damasqus, Bairut, halaman 376, 379.





