Tidak Pernah Duduk Kursi di Atas Panggung

oleh -45 Dilihat

KHS. Abdullah Sachal di mana-mana tempat setiap mengisi pengajian, beliau selalu mengingatkan kepada jama’ah, bahwa kalau diukur secara syari’at kita ini tidaklah pantas masuk surga, tapi karena Rahmatnya Allah kita masih bisa berharap menjadi ahli surga.

‎Dan jika doa kita ingin diterima oleh Allah maka harus lewat Raudlatun Nabi, artinya sebelum berdoa kita harus membaca shalawat salam kepada Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

‎Beliau meskipun sudah sangat sepuh tetap memenuhi undangan masyarakat, dari satu tempat ke tempat yang lainnya, dan dari satu panggung ke panggung lainnya.

‎Beliau berangkat ke tempat undangan, mulai dari sehabis shalat Dhuhur, kembali lagi ke Demangan hingga tengah malam menghadiri beberapa undangan secara bergantian.

‎Ketika di atas panggung, beliau selalu berdiri, tidak pernah duduk di atas kursi, meskipun kursi sudah disiapkan oleh panitia.

‎Dengan usianya yang sudah sepuh, beliau tetap kokoh berdiri di atas panggung, sembari memberi tausiyah sekaligus membaca shalawat Syarafal Anam dengan nada yang cukup tinggi.

Setelah subuh beliau menjadi imam shalat di mushalla bersama para santri, dan diakhiri bersalaman dengan mereka hingga selesai.

‎Suhbanallah, sungguh luar biasa. Semoga beliau diangkat derajatnya yang lebih tinggi oleh Allah, dan kita semua mendapatkan barakahnya.

‎Oleh : Shofiyullah El-Adnany

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.