Syaikhona Mohammad Kholil Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional Perjuangan Pendidikan Islam

oleh -111 Dilihat

Bangkalan, 10 November 2025 – Pada peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun ini, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh dari berbagai kalangan, mulai dari buruh hingga ulama. Salah satunya adalah almarhum Syaikhona Muhammad Kholil, seorang ulama berpengaruh dari Bangkalan, Madura.‎

Penganugerahan gelar pahlawan nasional dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11). Nama-nama pahlawan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

‎Keputusan ini disambut dengan sukacita oleh masyarakat Madura dan keluarga besar Syaikhona Muhammad Kholil. Setelah beberapa tahun diusulkan, tokoh yang dikenal sebagai “Guru Para Pendiri Bangsa” ini akhirnya mendapatkan pengakuan resmi dari negara, yang menegaskan peran penting ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

‎Ia dinilai menjadi simbol dari pergerakan Islam Nusantara dan penguatan nasionalisme pada abad ke-19.

‎Syaikhona Muhammad Kholil dianggap berkontribusi dalam gerakan nasionalisme dengan aktif memberdayakan masyarakat dalam bidang agama, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan politik.

‎Hal itu kemudian menjadi pemantik utama para santri untuk membangkitkan kesadaran politik dan jejaring Islam, yang kemudian menjadi embrio lahirnya gerakan kultural untuk memerangi kolonialisme di Nusantara.

‎Di antara santri-santri binaan Syaikhona Muhammad Kholil, hampir seluruhnya menjadi pejuang. Beberapa di antaranya adalah KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH. Bisri Syamsuri. Atas pemikiran Syaikhona Kholil dan restunya, ketiganya kemudian mendirikan Nahdlatul Ulama. Dua nama pertama juga telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional.

‎”Alhamdulillah, hari ini Syaikhona Kholil diresmikan sebagai Pahlawan Nasional. Setelah sekian lama diperjuangkan, akhirnya doa dan usaha ini dikabulkan Allah. Semoga semakin banyak yang mengenal sejarah perjuangan beliau, kontribusinya dalam pendidikan dan dakwah Islam,” turur KH. Mohammad Nasih Aschal, keturunan Syaikhona Kholil dan Majelis keluarga PP. Syaichona Moh Cholil Bangkalan.

‎Beliau menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga pengakuan atas warisan perjuangan dan teladan yang telah diberikan oleh ulama Madura dalam membimbing bangsa.

‎Reporter: Abdussalam

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.