Saat menjelang bulan Ramadhan tiba, Rasulullah ﷺ selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabat beliau tentang keberkahan dan kemuliaan bulan Ramadhan sebagaimana keterangan hadits riwayat dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira kepada para sahabat beliau. Lalu beliau bersabda: قد جاءَكم شهر رمضان، شهر مبارك كتب الله عليكم صيامه، فيه تُفتح أبواب الجنان، وتُغلق فيه أبواب الجحيم، وتُغلُّ في الشياطين، فيه ليلةٌ خيرٌ من ألف شهر، مَن حُرِمَ خيرَها فقد حُرِمَ. (راوه أحمد). “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad).Bahkan dalam riwayat hadits yang lain dari Said bin Musayyab ra dari Sulaiman ra berupa hadits Marfu’, Rasulullah ﷺ memberikan khatbah (pesan) khusus di akhir bulan Sya’ban kepada para sahabat beliau. Berikut pesan Rasulullah ﷺ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً ، وَقَيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعاً مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الخَيْرِ، كَانَ كَمْنَ أَذًى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَذًى فِيهِ فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَذًى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ ، والصَّبْرُ ثَوَابُهُ الجَنَّةُ، وَشَهْرُ المُوَاسَاةِ وَشَهْرٌ يُزادُ فِيهِ الرِّزْقُ، مَنْ فَطْرَ فِيهِ صَائِماً كَانَ لَهُ مَغْفِرَةٌ لِذُنُوبِهِ، وَعتقُ رَقَبَةٍ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ قَالُوا: يا رسول الله ليس كلنا نجد ما نفطر الصائم. قال رسول الله : يُعْطَي الله هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَرَ صَائِماً عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ شُرْبَةِ مَاءٍ أَوْ مَذْقَةِ لَبَن، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَلُهُ رَحْمَةً وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرَهُ عَتْقٌ مِنَ النَّارِ. وَمَنْ خَفَّفَ عَن مَمْلُوكٍ غَفَرَ اللهُ لَهُ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ وَاسْتَكْثِرُوا فِيهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ : خصْلَتَيْنِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ؛ وخصلتين لا غِنَى لَكُمْ عَنْهُمَا : أما الخصلتان اللَّتَانِ تُرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ، شَهَادَةُ أَنْ لَا إِله إلا الله وَتَسْتَغْفِرُونَهُ . وَأَمَا اللتان لا غِنَى لَكُمْ عَنْهُمَا : فَتَسْأَلُونَ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَتَعُوذُونَ بِهِ مِنَ النَّارِ ؛ وَمَنْ سَقَى صَائِماً سَقَاهُ الله مِنْ حوضي شرْبَةً لا يَظْمَأُ بعدها أبداً».وفي رواية : مَنْ قَطْرَ صَائِماً في شهرِ رَمَضَانَ مِنَ كَسْبٍ حَلالٍ صَلَّتْ عَلَيْهِ المَلائِكَةُ لَيَالِي رَمَضَانَ كُلِّهَا، وَصَافَحَهُ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلامُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَمَنْ صَافَحَهُ جِبريلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَرِق قَلْبُهُ، وَتَكْثُرُ دُموعُهُ.”Wahai manusia, sungguh telah menaungi bulan yang agung, bulan yang diberkahi, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang mana Allah ﷻ jadikan puasa (di siang harinya) sebagai fardhu (kewajiban), dan shalat malam (tarawih) di malamnya sebagai sunah. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah ﷻ di bulan ini dengan satu kebaikan (amalan sunnah), maka pahalanya seperti dia melakukan amalan fardhu di bulan-bulan yang lain. Barangsiapa melakukan amalan fardhu di bulan ini, maka pahalanya seperti pahala melakukan 70 amalan fardhu di bulan lainnya. dan ia adalah bulan kesabaran dan balasan atas kesabaran adalah surga, bulan ini merupakan bulan kedermawanan dan bulan dimana rezeki orang-orang yang beriman bertambah. Barang siapa memberi makan (untuk berbuka) orang yang berpuasa maka baginya pengampunan atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan dia mendapatkan pahala yang sama sebagaimana yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa.”Mereka (para sahabat) berkata:“ Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai sesuatu untuk dihidangkan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka.”Rasulullah ﷺ menjawab: “Allah ﷻ akan memberikan pahala ini kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan sebiji kurma, atau seteguk air, atau setetes susu.”Ia adalah bulan yang permulaannya (sepuluh hari pertama) Allah ﷻ menurunkan rahmat, yang pertengahannya (sepuluh hari pertengahan) Allah ﷻ memberikan ampunan, dan yang terakhirnya (sepuluh hari terakhir) Allah ﷻ membebaskan hamba-Nya dari api neraka.Barangsiapa yang meringankan hamba sahayanya di bulan ini, maka Allah ﷻ akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Dan perbanyaklah melakukan empat hal di bulan ini, yang dua hal dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan yang dua hal kamu pasti membutuhkannya. Dua hal yang mendatangkan keridhaan Allah ﷻ yaitu syahadah (Laa ilaaha illallaah) dan beristighfar kepada Allah ﷻ, dan dua hal yang pasti kalian membutuhkannya yaitu kalian memohon surga kepada-Nya dan kalian berlindung kepada-Nya dari api neraka. Dan barang siapa yang di dalamnya membuat kenyang orang yang berpuasa (ketika berbuka), maka Allah ﷻ akan memberinya minum dari telagaku, yang sekali minum (darinya), seseorang tidak akan merasakan haus selamanya.”Dalam satu riwayat yang lain (disebutkan): “Barang siapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dari hasil pekerjaan yang halal, para malaikat bersholawat (memintakan Rahmat) kepadanya di seluruh malam-malam bulan Ramadhan dan dapat bersalaman dengan malaikat Jibril as di malam Lailatul Qadar serta barang siapa yang bersalaman dengan malaikat Jibril As, maka hatinya lunak (lembut) dan air matanya mudah tumpah (banyak menangis karena Allah ﷻ.”Waallahu A’lamu
Penulis: Abdul Adzim
Referensi:
✍️ Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin bin Ali al-Mu’abbariy al-Malibariy| Irsyadul al-Ibad ila Sabili ar-Rasyad| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 58.