Seseorang ketika sedang lapang dan gembira, biasanya lupa untuk berdoa. Sebaliknya ketika sedang sempit dan sedih, malah rajin berdoa.
Padahal seharusnya kita jangan pernah meninggalkan berdoa, apapun keadaannya, terutama diwaktu lapang.
وقال سَلْمَانُ الفَارِسِيُّ: «إِذَا كَانَ الرَّجُلُ دُعَاءً فِي السَّرَّاءِ فَنَزَلَتْ بِهِ ضَرَّاءُ فَدَعَا اللهَ تَعَالَى، قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ: صَوْتٌ مَعْرُوفٌ فَاشْفَعُوا لَهُ. وَإِذَا لَمْ يَكُنْ لَهُ دُعَاءٌ فِي السَّرَّاءِ فَنَزَلَتْ بِهِ ضَرَّاءُ فَدَعَا اللهَ تَعَالَى، قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ: صَوْتٌ لَيْسَ بِمَعْرُوفٍ، فَلَا يَشْفَعُونَ لَهُ»
Dan Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu berkata: “Apabila seseorang biasa berdoa kepada Allah saat keadaan lapang dan senang, lalu kemudian ia ditimpa kesusahan lalu berdoa kepada Allah Ta’ala, maka para malaikat berkata: ‘Ini adalah suara yang sudah dikenal, maka berikanlah syafaat kepadanya.’
Namun jika ia tidak pernah berdoa saat keadaan lapang, lalu ditimpa kesusahan lalu berdoa kepada Allah Ta’ala, para malaikat berkata: ‘Ini adalah suara yang tidak dikenal, maka janganlah kalian memberi syafaat kepadanya.'”
Semoga bermanfaat.
Oleh : Shofiyullah el_Adnany
Referensi : Syarah Arbain Nawawi, halaman 176







