“Di saat siang bulan Ramadhan seorang Majuzi melihat putranya makan di hadapan orang-orang Islam yang sedang berpuasa. Lantas tanpa belas kasih Majuzi itu memukul putranya, sembari berkata kepadanya:
“Kenapa kamu tidak bisa menjaga kehormatan orang-orang Islam di bulan Ramadhan?”
Selang sepekan dari kejadian itu, Majuzi itu meninggal dunia. Kemudian seorang ulama di negara itu bermimpi dalam tidurnya bertemu Sang Majuzi berada di surga, seraya bertanya:
“Bukankah kamu adalah seorang Majuzi?”
“Iya, saya seorang Majuzi tapi menjelang kematianku, Allah ﷻ memuliakanku dengan masuk agama Islam karena aku menghormati bulan suci Ramadhan.
Berikut teks aslinya:
(حكاية) : رأى مجوسي ابنه يأكل في رمضان بحضرة المسلمين فضربه وقال : لم لا تحفظ حرمة المسلمين في رمضان فمات في ذلك الاسبوع فرآه عالم البلد في النوم وهو في الجنة فقال : ألست كنت مجوسياً ؟ قال بلى ولكن لما حضرت وفاتي أكرمني الله بالإسلام لاحترامي شهر رمضان
Waallahu A’lamu
Penulis: Abdul Adzim
Referensi:
✍️ Syaikh Abdurrahman bin Abdussalam bin Abdurrahman bin Utsman ash-Shufuriy asy-Syafi’iy| Nuzahtu al-Majalis wa Muntakhbu an-Nafais| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, juz 2, halaman 155.







