Jika ditanya kenapa dalam surat al-Qadr tertulis Lailatil Qadr kok bukan Yaumil Qadr dalam firmah Allah ﷻ:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadr”. ?
Jawabnya karena puncak kesenangan dan kegembiraan seseorang terletak pada waktu malam-malamnya bukan keseluruhan harinya. Berdasarkan firman Allah ﷻ:
اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـًٔا وَّاَقْوَمُ قِيْلًا ۗ
Artinya: Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan. (QS. Al-Muzzammil: 6).
Yaitu, bahwa waktu yang kuat dan mengesankan jiwa dalam membaca al-Qur’an dan kemuliaan para Nabi adalah pada malam hari. Waallahu A’lamu.
Penulis: Abdul Adzim
Referensi:
✍️ Syaikh Sholeh bin Abdullah bin Haidar al-Kattamiy asy-Syafi’iy| Bustanu al-Fuqara’ wa Nazhatu al-Qurra’| Daru al-kutub al-Ilmiyah, juz 1, halaman 344.








