Bangkalan — Layaknya pesta sepak bola dunia yang menyedot perhatian masyarakat global, kemeriahan laga puncaknya juga terasa hingga ke lingkungan pesantren. Ratusan santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan berkumpul memenuhi area terbuka di depan Gedung Madrasah Diniyah Salafiyah (MDS) Al-Ma’arif untuk menyaksikan laga sengit Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol.
Nonton Bareng (nobar) yang digelar pada Senin dini hari pukul 02.00 WIB tersebut berlangsung meriah, tetapi tetap kondusif. Halaman depan Gedung MDS Al-Ma’arif dipasangi layar proyektor besar (videotron) guna memberikan pengalaman menonton yang memuaskan bagi para santri yang sengaja meluangkan waktu setelah menyelesaikan rutinitas musyawarah malam dan jam belajar.
Riuh sorak para santri pecah setiap kali kedua tim papan atas dunia tersebut melancarkan serangan. Sorakan pendukung Argentina dan Spanyol saling bersahut-sahutan, memecah keheningan malam di halaman madrasah pesantren.
“Agenda nobar ini menjadi wadah hiburan sekaligus ajang mempererat kebersamaan bagi para santri setelah disibukkan dengan padatnya aktivitas kajian kitab dan pendidikan formal. Selain menjadi sarana penyegaran, kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai sportivitas serta kerja sama tim melalui dunia olahraga,” ujar Zeinullah selaku Pengurus Daerah F.
Meskipun digelar hingga dini hari, semangat para santri tidak surut. Gelak tawa dan teriakan gembira terus menghidupkan suasana sepanjang 90 menit pertandingan berlangsung.
Acara yang dikhususkan bagi para santri ini berakhir dengan tertib setelah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Seusai laga, para santri bergotong royong membersihkan area depan Gedung MDS Al-Ma’arif sebelum kembali ke asrama masing-masing untuk bersiap menyambut salat Subuh berjemaah dan pengajian pagi.
“Saya sangat bangga karena negara yang saya dukung, yaitu Spanyol, berhasil menjadi juara. Acara ini juga digelar agar para santri dapat ikut berpartisipasi dalam nobar Piala Dunia. Anggap saja sebagai sarana refreshing sebelum menghadapi Ujian Imda II yang akan dilaksanakan tiga minggu lagi,” ujar Azril Ferdiansyah, salah seorang santri.
Penulis: Ikril Sulton







