Bumi, Saksi Penting atas Perbuatan Manusia

oleh -204 Dilihat

Pekan berikutnya, KH. Muhammad Ismail Al-Ascholy menjelaskan ayat berikut:

سورة الزمر
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ، وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

Artinya: “Mereka (orang-orang yang beriman) berkata: ‘Segala puji bagi Allah yang telah membenarkan janji-Nya kepada kami dan memberi kami warisan bumi, sehingga kami dapat menempati surga di mana saja kami kehendaki.’ Maka alangkah baiknya pahala orang-orang yang beramal.

فالإقامة في الأرض تكون مذكورة في معرض الحمد والثناء، بل كذلك سيدنا آدم عليه السلام بعد أن ندم على ما فعل ويسبب غضب الله تعالى له من قبل، وذلك قوله تعالى: ﴿ … وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعُ إِلَى حِينٍ ﴾ البقرة الآية ١٣٦

Artinya: “Dalam konteks ini, penyebutan tentang tinggal di bumi disebutkan dalam rangka memuji dan mensyukuri nikmat Allah. Begitu juga Nabi Adam AS setelah menyesali perbuatannya yang menyebabkan kemurkaan Allah SWT, disebutkan dalam firman-Nya: ‘… Dan bagi kamu ada tempat tinggal di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.'” (QS Al-Baqarah: 36).

قلت: ولعل ذلك لأن الأرض تكون أهم شهيد على ما عمله سكانها؛ فجزاء الآخرة يستلزم الأعمال في الدنيا. ولعل في استشهاد هذه بتلك نظرا، وأكثر المفسرين على أن الأرض أرض الجنة. والله أعلم

Artinya: “Aku berkata: ‘Mungkin hal ini karena bumi menjadi saksi penting atas amal perbuatan penghuninya. Oleh karena itu, balasan di akhirat terkait erat dengan amal perbuatan di dunia. Mungkin ada hikmah dalam kesaksian bumi atas amal perbuatan manusia. Namun, mayoritas ulama tafsir berpendapat bahwa bumi yang dimaksud adalah bumi surga. Wallahu a’lam.'”

وقوله: (بل كذلك سيدنا آدم عليه السلام) المراد إما كذلك القول قال سيدنا آدم، وإما كذلك العمل الذي استلزم الحمد عمل سيدنا آدم، وإما أن سيدنا آدم عليه السلام نزل الأرض منزلة تمكنه في إتيان العبادة والطاعة التي هي صورة الشكر لما أعد له ربه سبحانه بإقامته فيها، وعلى كل حال فكل واحد من القول والعمل والإقامة وكذلك المقام والمستقر أيضاً إنما هو مصداق لقوله تعالى: ﴿ … يَأْتِيَنَّكم منِّي هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴾ (البقرة الآية ٣٨) هذا الذي ظهر لي من قول شيخنا ذلك، والله سبحانه وتعالى أعلم

Artinya: “Pernyataan ‘Bahkan, Nabi Adam AS…’ dapat diartikan bahwa Nabi Adam AS juga mengucapkan kata-kata tersebut, atau bahwa amal perbuatan Nabi Adam AS yang menyebabkan pujian itu. Atau, bisa juga Nabi Adam AS diturunkan ke bumi dengan tujuan untuk beribadah dan taat kepada Allah SWT, yang merupakan bentuk syukur atas nikmat yang diberikan kepadanya. Ala kulli hal, ucapan dan perbuatan Nabi Adam AS serta penyebutan tentang tempat tinggal di bumi merupakan manifestasi dari firman Allah SWT: ‘… Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.'” (QS Al-Baqarah: 38).
Demikianlah pemahaman yang dapat saya tangkap dari perkataan guru saya, dan Allah SWT lah yang lebih mengetahui.

Lam asytarik hadza ad-dars mubasyarotan, bal biwasitoti man yasytariku fiihi Thuffalul Abid, fabidzalika in kana huna shohihun fahuwa bifadlillah wa in kana huna khoto’un fahuwa bidho’fi Fahmi. Allahua’lam, Semoga bermanfaat.

Author: Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.