Nabi Idris, Bapak Ilmu Pengetahuan

oleh -206 Dilihat

Pekan berikutnya, KH. Muhammad Ismail Al-Ascholy menjelaskan ayat berikut:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى ءَادَمَ وَنُوحًا وآل إِبْرَاهِيمَ وَآل عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran sebagai pilihan-Nya di antara seluruh alam. keturunan yang sebagian dari mereka adalah keturunan dari sebagian yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa para Nabi merupakan dzurriyah dari Nabi yang lain, seperti Nabi Muhammad berasal dari Nabi Ibrahim, Nabi Ibrahim berasal dari Nabi Nuh, Nabi Nuh berasal dari Nabi Adam, dan lain-lain.

ذكر ربنا سبحانه اصطفاء آدم ونوح عليهما السلام على سبيل الفردية، ثم ذكر إبراهيم عليه السلام على سبيل الأهلية، وكذلك عمران، وهو بأحد الاحتمالين ليس برسول

Artinya: “Tuhan kita yang Maha Suci telah menyebutkan pemilihan Adam dan Nuh atas dasar individualitas, kemudian menyebutkan Ibrahim atas dasar keluarga, dan juga Imran, yang menurut salah satu kemungkinan bukanlah seorang rasul.”

قلت: أي أن عمران إما أبو سيدنا موسى عليه السلام وإما أبو سيدتنا مريم
فكأن في هذا إشارة إلى وجود التغير الزماني في كل شيء حتى في الاصطفاء على الجملة. اهـ

Artinya: “Saya katakan: ‘Maksudnya, Imran bisa jadi adalah ayah Nabi Musa atau ayah Sayyidah Maryam. Maka seakan-akan ada isyarat tentang adanya perubahan zaman dalam segala hal, termasuk dalam pemilihan Allah secara umum.”

وقال شيخنا: (رب إني أعوذ بك من رأس الستين) دعاء بعض السلف، وذلك لأن ما سيقع في رأس المائة مرئي عند رأس الستين

Artinya: “Guru kami berkata: ‘Ya Tuhan, aku berlindung kepada-Mu dari awal enam puluh tahun (Hijriyah).’ Ini adalah doa sebagian salaf, karena apa yang akan terjadi di awal seratus tahun dapat dilihat dari awal enam puluh tahun.”

Yang dimaksud awal enam puluh tahun ini adalah setiap tahun ke 60 dari 100 tahun hijriyah, seperti 160, 260, 360 dan seterusnya, makanya Rasulullah menganjurkan agar berdoa supaya diberi keselamatan di awal tahun ke-60

نوح لقب واسمه عبد الجبار
قلت: في هذا اختلاف، فمنهم من قال أن نوحاً اسم لا لقب كما في التفاسير، ولكن قال ابن عطية في المحرر الوجيز: (قال النقاش: اسم نوح عبد الجبار، وقال الكلبي : اسمه فرج). اهـ والله أعلم

Artinya: “Nuh adalah julukan, dan namanya adalah Abdul Jabbar. Saya katakan: ‘Ada perbedaan pendapat tentang hal ini. Sebagian orang mengatakan bahwa Nuh adalah nama, bukan julukan, seperti yang disebutkan dalam kitab-kitab tafsir. Namun, Ibnu Athiyah dalam kitab tafsir Al-Muharrar Al-Wajiz mengatakan: ‘Imam An-Naqqash berkata: Nama Nuh adalah Abdul Jabbar, sedangkan Imam Al-Kalbi berkata: Namanya adalah Faraj. Wallahu a’lam.”

‘Nuh’ sendiri menurut Lora Ismail bermakna ‘Berteriak’ yang diambil dari fiil madi naaha-yanuuhu-nauhan نَاحَ – يَنُوْحُ- نَوْحًا , makanya orang yang berteriak masdarnya adalah niyaha نِيَاحَةً, sama dengan perempuan yang ditinggalkan suaminya disebut na’ihah نَائِحَة (perempuan yang menangis karena ditinggalkan suaminya) masdarnya nauhun نَوْحٌ, isim masdermya nuhun نُوْحٌ, jadi nuhun نُوْحٌ orang yang berteriak menangis karena Allah, itu jika menganggap nama Nuh nama Arab.

وقال شيخنا أمور العاقبات مغيبة؛ فاتقوا الله

Artinya: “Guru kami juga berkata: ‘Hal-hal yang akan terjadi di masa depan tidak diketahui; maka bertakwalah kepada Allah.'”

سيدنا إدريس عليه السلام اسمه مأخوذ من (درس يدرس)، فهو سيد الدراسة لذلك كان أول من يكتب بالقلم وأول من كان يفعل ما لم يفعل من قبل

Artinya: “Nama Nabi Idris diambil dari kata ‘Darasa- yadrusu’, maka berarti beliau adalah tuan dari ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, dia adalah orang pertama yang menulis dengan pena dan melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.”

Maksudnya, Nabi Idris adalah orang pertama yang menulis, yang belajar, menjahit, dan punya penemuan-penemuan, Nabi idris dianggap sebagai bapak pelajaran. Begitu juga di luar islam, Nabi Idris juga dianggap sebagai bapak ilmu pengetahuan, di luar islam namanya adalah Hermes, jadi ada istilah Hermesul Haramisah Idrisul Adarisah. Ada tokoh Yunani yang bernama Hermes, itu merujuk pada Nabi Idris.

In kana huna shohihun fahuwa bifadlillah wa in kana huna khoto’un fahuwa bidho’fi Fahmi. Allahua’lam, Semoga bermanfaat.

Author: Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.