Urgensi Khidmah dalam Pengamalan Ilmu: Pelepasan Guru Tugas 1447 H

oleh -159 Dilihat

Kegiatan pelepasan Guru Tugas yang dilaksanakan pada Kamis, 05 Dzulqa’dah 1447 H/23 April 2026 M, bertempat di kediaman KH. Ismail Al-Ascholy, menjadi momen penting bagi para santri yang akan memasuki masa pengabdian. Acara ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan juga menjadi ruang penyampaian nasihat dan arahan langsung dari pengasuh agar para calon ustadzah mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta membawa manfaat bagi masyarakat.

Dalam taujihatnya, KH. Moh. Ismail Al-Ascholy menegaskan bahwa pengabdian (khidmah) bukan hanya tentang menyalurkan ilmu, tetapi lebih dari itu, merupakan bentuk nyata pengamalan ilmu. Sebab, hakikat ilmu sejatinya terletak pada bagaimana ia diamalkan dalam kehidupan.

Beliau menjelaskan bahwa ilmu yang barokah tidak cukup hanya dipelajari, melainkan juga harus ditempuh melalui jalan khidmah. Bentuknya pun beragam, mulai dari mengajar hingga melayani guru. Bahkan, para kiai dan nyai sendiri tidak lepas dari praktik khidmah dalam kehidupan mereka sehari-hari.

“Dulu kalian telah dilayani, sekarang saatnya kalian berkhidmah,” ungkap beliau, mengingatkan perubahan peran yang kini harus diemban para santri.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa ilmu tanpa khidmah tidak akan membawa manfaat.

“Orang yang hanya memiliki ilmu tetapi tidak berkhidmah, maka ilmunya tidak akan bermanfaat. Karena Nabi bersabda: ‘Khoiru an-Nas Anfa’uhum li an-Nas, Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,’” dauhnya.

Menurut beliau, manfaat tersebut hanya dapat diraih melalui kesediaan untuk melayani. Seorang yang berilmu dituntut untuk tidak sekadar ingin dilayani, tetapi harus berani mengambil peran sebagai pelayan bagi orang lain.

Dalam penjelasannya, beliau mencontohkan sosok pemimpin yang sejati sebagai pelayan. Kyai Fakhruddin disebut sebagai khodimul ma’had, yaitu pelayan pesantren, meskipun beliau seorang kiai. Demikian pula Raja Salman yang dikenal dengan gelar Khodimul Haramain asy-Syarifain, pelayan dua tanah suci. Hal ini sejalan dengan ungkapan ulama:

سَيِّدُ القَومِ خادِمُهم

“Pemimpin suatu kaum adalah orang yang paling melayani mereka.”

Maknanya, menjadi pengurus atau ustadzah bukan berarti menempatkan diri untuk dilayani, melainkan justru harus lebih siap untuk melayani, terlebih sebelum meninggalkan masa belajar di pesantren.

Khidmah, lanjut beliau, tidak terbatas pada melayani orang besar atau mulia saja. Seorang ibu, misalnya, dimuliakan oleh Allah karena khidmahnya kepada anak-anaknya. Dengan demikian, kemuliaan seseorang dapat diraih melalui pelayanan yang tulus.

Beliau juga menegaskan bahwa hakikat kehidupan di dunia tidak lepas dari khidmah. Berbagai profesi, seperti pekerja, pengemudi ojek, hingga pelayan jasa lainnya, sejatinya adalah bentuk pelayanan kepada orang lain. Perbedaannya terletak pada niat: ada yang berkhidmah karena imbalan, dan ada pula yang melakukannya semata-mata karena Allah. Tentu, yang kedua memiliki nilai kemuliaan yang lebih tinggi.

Dalam konteks pengabdian sebagai guru, beliau mengingatkan agar tidak terlalu berorientasi pada imbalan. Penilaian utama terletak pada kualitas pelayanan yang diberikan. Jika dilakukan dengan baik, penuh keikhlasan dan kesungguhan, maka akan melahirkan kecintaan dan penghargaan dari orang lain.

Sebagai penutup, beliau menyampaikan pesan agar para calon ustadzah senantiasa bersabar, tidak mudah lelah, dan total dalam berkhidmah. Harapannya, ilmu yang telah diperoleh dapat menjadi manfaat serta membawa keberkahan dari para masyayikh, khususnya Syaikhona Cholil.

“Pe sabbher agih, jekajeh agih, totalitas dalam khidmah. Mogheh kengengah elmuh manfaat sareng barokah para masyayikh, terutama Syaichona cholil, Amin,” harap beliau dalam bahasa Madura

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian bukan sekadar tugas, melainkan jalan untuk menghidupkan ilmu, menguatkan keikhlasan, serta menjadi perantara manfaat bagi sesama.

 

Author: Yulia Al-Hasany

Editor: Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.