Syarifah Halimah Alydrus: Santri Dilarang Pacaran, Karena Termasuk Maksiat

oleh -131 Dilihat

Sabtu, 08 Februari 2025 Ponpes Putri Syaichona Moh Cholil menyelenggarakan acara Isra’ Mi’raj yang dikemas dengan pembacaan sholawat dan mauidlotul hasanah yang disampaikan oleh Ustadzah Syarifah Halimah Alaydrus. Adapun isi tausiyahnya telah kami rangkum sebagai berikut:

DUA NASEHAT RASULULLAH SAW

Kematian menjadi sebuah nasihat bagi kita terutama ketika kematian terjadi pada orang terdekat. Betapa kematian menjadi sesuatu yang sangat mengagetkan, terlebih jika terjadi pada orang terdekat, seperti orang tua, guru, saudara teman-teman. Sebagaimana Rasulullah bersabda:

“Aku tinggalkan pada kalian dua pemberi nasihat, Pertama, nasehat yang berbicara, kedua, nasehat yang diam. Adapun pemberi nasihat yang berbicara adalah Al-Qur’an, sedangkan nasehat yang diam adalah kematian.”

SEMUA PASTI AKAN MATI

Kata ulama, tidak penting dimanapun dan kapanpun manusia itu mati, yang terpenting adalah dalam keadaan seperti apa manusia mati dan menghadap Allah Swt. Seperti Bu Nyai Muthmainnah yang sholeha, dermawan dan mempunyai bekal banyak.

Allah Swt. Berfirman:

…قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ

Kematian ditakuti oleh semua manusia dan semua makhluk hidup lainnya. Dalam hidup semua tidak ada yang pasti, seperti sakit, menikah, mempunyai anak, dan lain-lain. kecuali yang paling pasti adalah kematian.

Dilanjutkan dengan firman Allah Swt. Berikutnya:

ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Kemudian setelah manusia mati, manusia akan dihadapkan pada Allah Swt. yang mengetahui terhadap segala sesuatu, baik yang samar maupun yang jelas dan mengetahui segala perbuatan manusia di dunia.

Manusia ketika akan diangkat nyawanya dan sudah dikeluarkan dari badannya, dia akan meminta untuk kembali sholat, bersedekah, meminta maaf, bertaubat dan mengemis kepada Allah Swt. Maka Allah pun akan menjawab:

…كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Sekarang hanya menjadi omongan belaka terhadapmu.” Mendekati Allah saat maut sudah datang itu sia-sia belaka. Maka saat ini adalah waktu untuk kembali berbakti dan mendekatkan diri pada Allah.

CARA UNTUK PDKT DENGAN ALLAH SWT

Ada tiga cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt:

  1. Ibadah Disertai Ilmu

Ibadah tidak sah tanpa ilmu, makanya antara ilmu dan ibadah tidak bisa terpisahkan. Jadi, untuk para santri harus belajar yang serius agar ibadahnnya bisa diterima oleh Allah Swt.

Kita belajar agar tau keagungan Allah dan faham tentang-Nya, tentang kekasih-Nya, agar selamat dunia akhirat, dan agar kita tau ibadah kita pantas atau tidak di sisi Allah Swt. Oleh karenya, daalam Al-Qur’an disebut:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

Orang yang dekat dengan Allah dan takut kepada Allah adalah ulama’

لا ملجأَ ولا مَنجَى إلَّا الى لله

Tidak ada yang berlari dan kembali kecuali kepada Allah. Tidak ada yang menyelamatkan kita dari murka Allah kecuali Allah Swt.

Santri adalah orang yang berkeinginan mendekatkan diri kepada Allah Swt. di Pesantren, dan ingin menjadi hamba yang diridhoi oleh Allah Swt. Nilai  santri tinggi di sisi Allah jika benar-benar menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin

Santri adalah sebab terbukanya rezeki yang banyak dari Allah Swt. Artinya, Allah memberikan rezeki lebih untuk orang yang mencari ilmu, namun jika ada orang tua rezekinya sedikit,  padahal anaknya santri, berarti anaknya belajarnya tidak benar.

KH. Maimun Zubair berkata:“Ibu-ibu, bapak-bapak, jika selama memondokkan anakmu rejekinya susah, maka ambil lagi anak kalian di pesantren, karena pasti belajarnya tidak benar.”

Taat di Pesantren menjadi jalan terbukanya pintu rezeki orang tua. Adapun santri dilarang pacaran juga, karena termasuk maksiat. “Tidaklah kalian berdua-an kecuali yang ketiga adalah setan.”

Visi misi setan terhadap manusia itu berbeda antara orang yang pacaran dan orang yang menikah, jika masih pacaran, setan dekatkan pada perbuatan zina, sedangkan jika sudah menikah, setan runtuhkan dengan didekatkan pada perceraian.

Di sisi Allah Swt. tidak ada yang sia-sia, walau hanya satu bacaan tasbih, dan semuanya akan ada balasan kelak di akhirat, semuanya tertulis dan pasti akan kembali pada kita semua.

Kalau doamu hanya tentang dunia, maka doa mana yang engkau persiapkan untuk akhiratmu, untuk menjadi bekal setelah kematianmu. Maka dari itu perbaikilah semuanya dari sekarang, karena umur yang telah terlewat tidak akan lebih banyak daripada umur yang akan dilewati.

  1. Bertaubat dan Meninggalkan Dosa

Ulama mengatakan, mengerjakan taat bisa dilakukan oleh semua orang, tetapi untuk meninggalkan dosa tidak semua orang bisa melakukannya. Rasulullah saw bersabda,  “Tinggalkanlah dosa dan maksiat, maka kamu akan menjadi ahli ibadah dari yang ahli ibadah.”

Jadi, meninggalkan dosa dan maksiat itu lebih tinggi nilainya di sisi Allah Swt dari pada mengerjakan ketaatan. Mengerjakan taat seperti ibadah, senyum, bersedekah, berbakti yang bisa dilakukan dan di cicil setiap harinya.

Ustadzah Halimah bercerita, Dulu di tarim ada seorang santri yang tinggal di sebuah gua di depan rumah beliau, gua tersebut memang ditempati untuk melakukan ibadah oleh orang-orang di sana. Suatu hari ketika ia berbibadah, ia mendengar bunyi di depan gua nya, ia pun sholat lalu keluar untuk melihat karena takut ada hewan buas.

Pas dibuka ternyata yang berada di depan guanya adalah seorang perempuan muda tertidur. Tidak diketahui entah karena kelelahan di perjalanan, atau mungkin sedang kabur dari rumahnya. Santri tersebut kembali ke dalam dan beribadah kembali, namun hatinya bergemuruh hebat “Ya Allah apakah ini berkah, ataukah cobaan? Tapi sangat sayang ya Allah”

Santri tersebut tergoda untuk berkenalan dengan perempuan tadi (kapan lagi ini) Ujarnya dalam hati. Tapi ia ingat pada siksa neraka dan mengambil api lalu membakar jari nya. Setiap kali santri tersebut tergoda maka ia akan membakar jarinya dan beribadah kembali. Hingga tibalah waktu subuh kelima jari santri tersebut terbakar dan diperban.

Ia pun keluar untuk melaksanakan sholat subuh, di sana ia ditanyakan oleh sang guru “Hal apa yang engkau lakukan semalam?” Muridnya pun menceritakan kejadian malam tadi kepada sang guru. Lalu berkatalah gurunya, “Hal yang engkau lakukan tadi malam, jauh lebih baik dari ibadah-ibadah yang telah engkau lakukan sebelum-sebelumnya”

  1. Mendekatkan Diri Pada Orang-Orang yang Telah Dekat Dengan Allah

Orang yang sangat dekat dengan Allah Swt. adalah Nabi Muhammad ﷺ. Pekerjaan Nabi Muhammad adalah mendekatkan umatnya kepada Allah Swt.

Syaikh Abdul Qodir Jailani berkata: “Aku sudah berkeliling di bumi ini dari arah barat ke timur, selatan ke utara, namun tidak ada pintu yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah kecuali melalui Nabi Muhammad.”

Dan kita tidak akan dekat dengan Nabi Muhammad kecuali kita telah dekat dengan orang-orang yang hatinya sudah dekat dengan beliau, seperti para habaib, syara’if, orang-orang sholeh, dan lain-lain.

Kalau kita berbicara tentang cinta, cinta adalah sebuah rasa, dan rasa hanya akan muncul sebab ditularkan oleh orang lain. seperti ketika kita cinta pada orang sholeh maka kita juga ketularan cinta pada Allah dan Rasulullah. Jadi cinta ini menular

Pepatah Arab Mengatakan جالس جانس Duduklah, maka kamu akan menjadi orang sejenis dengan mereka. Maka dari itu duduklaah dengan orang-orang sholeh dan jadilah insan sholeh yang dipanggil oleh Allah dengan panggilan:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي

Author: Adibahkey

Editor: Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.