Surat Syaikhona Kholil kepada Putrinya: Nasihat Dzikir yang Bisa Diamalkan Sehari-hari

oleh -315 Dilihat

Nama Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan tentu tidak asing dalam sejarah ulama Nusantara. Ulama kharismatik dari Bangkalan ini dikenal sebagai guru dari banyak kiai besar di Indonesia. Selain meninggalkan jejak keilmuan yang luas, Syaikhona Kholil juga meninggalkan banyak teladan dalam kehidupan keluarga, terutama dalam membimbing putra-putrinya agar senantiasa dekat dengan Allah SWT.

Salah satu putri beliau adalah Nyai Hatimah. Nyai Hatimah dinikahkan dengan sepupunya sendiri, yaitu KH. Muntaha. Setelah pernikahan tersebut, Syaikhona Kholil kemudian memasrahkan pengasuhan pondok pesantrennya kepada sang menantu. Adapun beliau sendiri berpindah ke daerah sebelah barat yang kini dikenal sebagai kawasan Pondok Pesantren Syaichona Cholil.

Meskipun telah berpindah tempat, sebagaimana lazimnya seorang ayah, Syaikhona Kholil tidak pernah melupakan putra-putrinya. Terlebih dalam urusan akhirat, beliau sangat memperhatikan keselamatan dan kebaikan mereka. Karena itu, beliau memberikan sebuah tasbih sekaligus amalan dzikir kepada putrinya, Nyai Hatimah.

Nasihat tersebut disampaikan melalui sebuah surat yang berisi amalan dzikir agar senantiasa dibaca siang dan malam. Dalam manuskrip surat tersebut tertulis sebagai berikut:

مِنْ دٓمَاڠَنْ إِلَى جٓڠْ كِيْ بُوَاڠْ
دَاتٓڠْ دٓءْ تَڠْ أَنَقْ حَاتِمَهْ
سِڠْكُوءْ أَفَارِيڠْ ستُورْ تَسْبِيح مَرْجَانْ، دٓرَفُوْن دُوْجَانْ أَذِكِرْ سِيَڠْ مَالٓمْ جٓأ بُوْسٓنْ
لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ١٠٠
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِه سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ ١٠٠
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ١٠٠
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ ١٠٠
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ١٠٠
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سٓكَالِيَنْ، أَتَوَ تٓلُ كَالِيْ، أَتَوَ لِمَهْ كَالِيْ، أَتَوَ فِيْتُوڠْ كَالِي، أَفَا سُوَكَأنَهْ. والله أعلم
دِيْنِيْڠ لَمُونْ تَأْ قُوَةْ أَتَوَ رِيْفُوتْ، مَكَ اَڠَلَاكُوْنَنَا سٓفَرْلُوْنَهْ بَائْنَ جُوْكُوْفْ. والله أعلم
قَالَ الْإِمَامُ الشَّاطِبِيُّ رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِ وَنَفَعَنَا بِهِ آمِيْنْ
رِوَى الْقَلْبِ ذِكْرُ اللهِ فَاسْتَسْقِ مُقْبِلًا
وَلَا تَعْدُ رَوْضَ الذَّاكِرِيْنَ فَتُحْمِلَا

وَآثِرْ عَنِ الْآثَارِ مَثْرَاةَ عَذْبِهِ
وَمَا مِثْلُهُ لِلْعَبْدِ حِصْنًا وَمَوْئِلَا

وَلَا عَمَلٌ أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِهِ
غَدَاةَ الْجَزَاءِ مِنْ ذِكْرِهِ مُتَقَبِّلَا

محمد خليل : دماڠن : ١٣١٢
دينيڠ لمون فڮئ تالينه تسبيح ريه، سيڠكوء سيه نالينه فولي
نأكانأ ريه، سيه ڠتوراكي سورة ريه، فاريڠين اﭘور ستور أتو دوء، ڮابي بوڊوء

_______________________

Terjemahan Isi Surat
Dari Demangan ke Jengkebueng.
Untuk anakku Hatimah.
Aku memberikan satu tasbih marjan agar engkau gemar berdzikir siang dan malam dan tidak merasa bosan.

لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ١٠٠
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِه سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ ١٠٠
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ١٠٠
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ ١٠٠
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ ١٠٠

Doa Rabbanā Ātinā (sampai selesai) dibaca satu kali, tiga kali, lima kali, atau tujuh kali sesuai kemampuan dan keinginan. Wallāhu a‘lam.
Apabila tidak kuat atau sedang sibuk, maka amalkan seperlunya saja. Itu pun sudah cukup. Wallāhu a‘lam.

Imam Syāṭibī berkata:
Segarnya hati adalah dengan berdzikir kepada Allah. Maka minumlah dengan menghadap kiblat.
Janganlah engkau melewatkan taman para ahli dzikir, sebab dengan meninggalkannya hati dapat menjadi gelap.

Pilihlah dzikir yang bersumber dari atsar yang banyak keutamaannya. Tidak ada sesuatu yang menyamai dzikir bagi seorang hamba dalam hal perlindungan dan tempat berlindung.

Tidak ada amalan yang lebih menyelamatkan seseorang dari siksa Allah pada hari pembalasan selain dzikir kepada-Nya ketika ia menghadap Tuhannya.

Muhammad Kholil: Demangan 1312

Apabila tali tasbih ini putus, maka aku yang akan menyambungkannya kembali.
Anak ini, yang mengantar surat ini, berikan satu atau dua kelapa, supaya dibuat (nasi) uduk.

_______________________

Surat sederhana ini memperlihatkan betapa besar perhatian Syaikhona Kholil terhadap kehidupan spiritual keluarganya. Melalui dzikir yang beliau ajarkan, tampak bahwa beliau ingin agar putrinya senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari.

Dari nasihat tersebut, kita juga dapat mengambil pelajaran bahwa dzikir adalah amalan ringan, tetapi memiliki kedudukan yang sangat besar dalam menjaga hati dan keselamatan seorang hamba di hadapan Allah Swt.

Author: Fakhrullah
Referensi:

  • Majādzib at-Tafānī fī Manāqib Syaikhona Muhammad Kholil al-Bangkalānī, karya KH. Ismail Al-Ascholy.
  • Manuskrip surat Syaikhona Muhammad Kholil
banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.