Potret Kedermawanan dan Tadarrus al-Quran Rasulullah ﷺ di Bulan Ramadhan

oleh -488 Dilihat

Selanjutnya al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan: “Di bulan Ramadhan Rasulullah ﷺ berjumpa dengan malaikat Jibril alaihi as-Salam. Dia adalah paling utama dan paling mulianya para malaikat. Dia mengajarkan al-Qur’an yang diwahyukan kepada Rasulullah ﷺ dan al-Qur’an adalah paling utama dan paling mulianya kitab yang diturunkan Allah ﷻ, di dalamnya berisi anjuran agar berperilaku yang baik serta berakhlak mulia. Selain alasan ini dan karena kedekatan Rasulullah ﷺ dengan malaikat Jibril alaihi as-Salam dalam belajar al-Qur’an saat bulan Ramadhan. Maka kedermawanan dan keutamaan Rasulullah ﷺ di bulan Ramadhan berlipat ganda.”

Menurut al-Hafidz Ibnu Rajab: “Berlipat gandanya kedermawanan Rasulullah ﷺ terutama di bulan Ramadhan tersebut memiliki beberapa manfaat:

• Menandakan kemuliaan waktu dan berlipat gandanya pahala amal kebajikan yang dilakukan di dalamnya. Dalam hadits Imam at-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berupa hadits marfu’ disebutkan:

أفضل الصدقة صدقة رمضان

“Paling utamanya sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan.”

• Dapat menolong orang-orang yang berpuasa dan orang-orang yang berdzikir dalam melaksanakan ketaatan. Maka selayaknya bagi orang yang menolong mendapatkan pahala yang sama sebagaimana disebutkan bahwa orang yang menyiapkan sesuatu untuk orang yang berperang membela agama Allah ﷻ, ia juga mendapatkan pahala tersebut dan orang yang menafkahi keluarganya dengan baik juga dianggap orang yang berperang. Dalam sebuah hadits Zaid bin Khalid radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ, Beliau bersabda:

من فطر صائماً فله مثل أجره، من غير أن ينقص من أجر الصائم شيء» رواه أحمد والترمذي

Artinya: “Barang siapa memberikan makan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya mendapatkan pahala yang sama tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa.” (HR. Imam Ahmad dan Imam at-Tirmidzi).

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam ath-Thabarini dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha dan beliau menambahkan:

وما عمل الصائم من أعمال البر إلا كان لصاحب الطعام، ما دامت قوة الطعام فيه

“Dan tidaklah orang yang berpuasa mengerjakan suatu amal kebajikan (di hari ia berpuasa), melainkan (pahala) amal tersebut juga mengalir bagi orang yang menyediakan makanan (yang memberi makan berbuka), selama kekuatan makanan itu masih ada pada orang yang berpuasa tersebut.”

Dalam hadits Salman al-Farisi radhiyallahu anhu tentang pembahasan keutamaan bulan Ramadhan disebutkan:

وهو شهر المواساة، وشهر يزاد فيه : رزق المؤمن، من فطر فيه صائماً كان مغفرةً لذنوبه ، وعتقاً لرقبته من النار، وكان له مثل أجره، من غير أن ينقص من أجر الصائم شيء» قالوا: يا رسول الله ، ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم ، قال : «يعطي الله هذا الثواب لمن فطر صائماً، على مَذْقَة لبن، أو تمرة، أو شربة ماء ؛ ومن سقى فيه صائما سقاه الله من حوضي

Artinya “(Bulan Ramadhan) adalah bulan penghargaan dan bulan yang di dalamnya rezeki orang mukmin ditambah. Barang siapa yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan ampunan dari dosanya, menyelamatkannya dari api neraka dan mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa baginya mendapatkan pahala yang sama tanpa dikurangi sedikitpun.”

Para sahabat bertanya:

يا رسول الله، ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم

“Ya Rasulullah! Tidakah semua dari kita akan mendapatkan makanan untuk berbuka puasa?”.

Rasulullah ﷺ menjawab:

يعطي الله هذا الثواب لمن فطر صائماً، على مَذْقَة لبن، أو تمرة، أو شربة ماء ؛ ومن سقى فيه صائما سقاه الله من حوضي أنا

“Allah ﷻ akan memberikan pahala ini bagi orang yang memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa berupa campuran susu (dengan air), kurma atau air minum dan barang siapa yang memberikannya minum kepada orang yang berpuasa, maka Allah ﷻ akan memberikannya minum dari air telagaku (Kautsar).”

• Menggabungkan puasa dan sedekah lebih efektif dalam peleburan dosa, menyelamatkan dan menjatuhkan dari neraka jahanam lebih-lebih jika disertai dengan beribadah di malam hari (qiyamul lail). Sungguh telah disebutkan dalam hadits Nabi ﷺ:

الصيام جنة أحدكم من النارِ، كَجُنَّتِهِ من القتال ولأحمد أيضاً : عن أبي هريرة مرفوعاً: «الصوم جنة وحصن حصين من النار

“Puasa adalah perisai salah satu kalian dari api neraka sebagai perisai pelindung dari perang.”

Ada juga riwayat dari Imam Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu anhub berupa hadits marfu’:

الصوم جنة وحصن حصين من النار

“Puasa adalah perisai dan benteng kuat yang kuat dari api neraka.”

• Dalam puasa pasti akan ditemukan cacat dan kekurangan dan untuk bisa melebur dosa-dosa disyaratkan menjaga sesuatu yang seharus dijaga (dari hal yang dapat merusak kesempurnaan puasa) sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah. Selain itu umumnya manusia tidak semua waspada menjaga puasanya sebagaimana semestinya. Oleh karena itu dilarang bagi seseorang berkata: “Aku telah berpuasa di seluruh bulan Ramadhan atau aku telah melaksanakan puasa bulan Ramadhan seluruhnya”. Maka bersedekah di bulan Ramadhan dapat menambal kekurangan dan cacat dalam puasa dan kerena alasan ini diwajibkan zakat fitrah di akhir bulan Ramadhan untuk membersihkan perbuatan sia-sia dan perkataan kotor.

• Orang yang berpuasa menahan diri dari makanan dan minumannya, sehingga jika ia membantu orang-orang yang berpuasa untuk mendapatkan kekuatan untuk makan dan minum mereka, ia seperti orang yang meninggalkan syahwat (keinginan)nya karena Allah ﷻ dan lebih mengutamakan orang lain dari pada dirinya sendiri serta membaginya dengan mereka. Inilah sebabnya mengapa dianjurkan untuk berbuka puasa bersama orang-orang yang berpuasa, karena saat itu makanan adalah sesuatu yang ia sukai, lalu ia membaginya kepada orang lain meskipun ia sendiri menginginkannya. Maka dengan melakukan hal tersebut ia berarti bersyukur kepada Allah ﷻ atas nikmat makanan dan minuman yang diberikan kepadanya.

Terdapat manfaat yang lain dalam berlipat gandanya kedermawanan Rasullulah ﷺ selain manfaat-manfaat yang telah disebut di atas. Imam asy-Syafi’i rahimahumullah berkata:

أُحِبُّ للرجل الزيادة بالجود في رمضان اقتداءً برسول الله ﷺ، ولحاجة الناس فيه إلى مصالحهم، ولتشاغل كثير منهم، بالصوم والصلاة عن مكاسبهم

“Aku lebih senang seseorang yang meningkatkan kedermawanannya di bulan Ramadhan kerena mengikuti teladan Rasulullah ﷺ karena orang-orang memerlukan kebutuhan mereka di waktu ini dan karena banyak dari mereka sibuk dengan puasa dan shalat, sehingga mengabaikan penghidupan mereka.” Bersambung Insyaallah (ke-3).

Penulis: Abdul Adzim

Publisher: Fakhrul

Referensi:

✍️ Syaikh Zainuddin Abdurrahman bin Rajab al-Hanbali|Wadhaifu Ramadhan Mukhallashah min Lathaifu al-Ma’rif| Non Percetakan, halaman 32-36.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.