Teknologi semakin maju menyajikan bermacam kemudahan untuk banyak hal, utamanya bagi para pengusaha, lebih-lebih bagi pedagang online amatiran.
Dengan mengandalkan gambar dan sedikit kata-kata promosi, pedagang online sudah bisa menghasilkan uang. Tanpa harus punya toko dan produk sendiri, karena produknya bisa meminjam punya orang lain dan tokonya adalah sosial media di ponselnya.
Dengan hadirnya model dagang online ini banyak orang yang kini alih profesi menjadi pedagang, ada yang hanya dijadikan sebagai pekerjaan sampingan, meski keluarganya tidak punya riwayat sebagai pedagang, atau tidak punya keahlian dalam berdagang dan tidak punya cukup banyak modal.
Namun apapun itu alasannya, paling baiknya penghasilan ialah penghasilan lewat jalan berdagang, namun dengan catatan sebagai berikut. Rasulullah ﷺ bersabda,
إن أطيب الكسب كسب التجار الذي إذا حدثوا لم يكذبوا وإذا ائتمنوا لم يخونوا وإذا وعدوا لم يخلفوا وإذا اشتروا لم يذموا وإذا باعوا لم يطروا وإذا كان عليهم لم يمطلوا وإذا كان لهم لم يعسروا
“Sesungguhnya sebaik-baiknya penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.”
Bahkan bagi pedagang yang jujur dan amanah, kelak akan bersama dengan para nabi, shiddiqin dan syuhada.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ التَّاجِرُ الصَّدُوقُ اْلأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ
Dari Abu Sa’id ra, dari Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Seorang pebisnis yang jujur lagi amanah, maka ia akan bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada’.” (HR. Turmudzi)
Kenapa harus pedagang online yang disoroti di sini? Karena pedagang online ini yang paling berpotensi tidak jujur dibanding pedagang ofline. Semisal dengan promosinya yang dilebih-lebihkan, seakan produknya bebas dari cacat. Gambar yang menipu, karena hasil rekayasa camera canggih, sehingga tidak sesuai dengan barang aslinya.
Maka bagi pedagang online seyogyanya lebih berhati-hati dalam berdagang. Dahulukan niat yang baik. Promosi yang jujur. Tampilkan barang sebisa mungkin sangat persis dengan aslinya. Dan jangan lupa bacalah bacaan di bawah ini, agar mendapat banyak keutamaan dalam berdagang.
رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَنْ دَخَلَ السُّوقَ، فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ “
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang masuk pasar dan mengucapkan : Laa ilaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadihil-khairu wa huwa ‘alaa kulli syain qadiir (Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan pernah mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu); maka Allah akan tulis baginya sejuta kebaikan, menghapus sejuta kejelekan (dosa), dan mengangkatnya sejuta derajat” (HR. At-Tirmidziy)
Sebenarnya bacaan dalam hadits di atas khusus bagi seseorang yang masuk ke dalam pasar secara fisik bukan online, tapi apa salahnya pedagang online membaca itu, sebab ketika dia membuka dagangannya berarti telah masuk ke dalam pasar onlinenya.
Oleh : Shofiyullah el_Adnany
Referensi : Ad-Da’watul Tammah Wa Tadzkiratul ‘Ammah| Al-Imam al-Qutub al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad| Hal 173.









