Napak Tilas Isyarah NU: Ribuan Peserta Tiba di Tebuireng disambut Oleh KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)

oleh -207 Dilihat

 

Rangkaian napak tilas Isyaroh Pendirian Nahdlatul Ulama (NU) yang diikuti oleh ribuan warga Nahdliyin akhirnya mencapai tujuan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (4/1/2026) malam.

‎Kegiatan napak tilas ini dilaksanakan dengan berjalan kaki dengan menempuh rute panjang dari Kabupaten Bangkalan hingga Kabupaten Jombang, dengan titik akhir di Pesantren Tebuireng.

‎Sebelum tiba di Jombang, ribuan peserta lebih dahulu berjalan kaki dari Bangkalan menuju Pelabuhan Kamal, kemudian menyeberang ke Surabaya. Dari Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jombang menggunakan berbagai jenis transportasi.

‎Sesampainya di Jombang, para peserta kembali berjalan kaki sejauh sekitar enam kilometer dari Alun-alun Jombang menuju Pesantren Tebuireng. Berdasarkan pantauan, semangat para jemaah tetap tinggi meskipun hujan mengguyur sepanjang perjalanan. Mereka tetap melanjutkan langkah hingga rangkaian napak tilas selesai.

‎Sepanjang perjalanan, peserta para peserta senantiasa membaca kalimat Ya Jabbar dan Ya Qohhar.

‎Rombongan napak tilas dipimpin oleh KH Achmad Azaim Ibrohimi, cucu KH As’ad Syamsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Mereka tiba di Pesantren Tebuireng pada pukul 21.38 WIB.

‎Kedatangan peserta disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, bersama para dzurriyah pendiri NU, KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Di hadapan Ndalem Kasepuhan, KH Achmad Azaim Ibrohimi menyerahkan replika tongkat dan tasbih kepada Gus Kikin yang merupakan cicit KH Hasyim Asy’ari.

‎Tampak hadir dalam penyambutan peserta napak tilas di Pesantren Tebuireng, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, didampingi oleh pengurus PBNU, Amin Said Husni.

‎Setelah prosesi penyerahan tersebut, seluruh peserta melaksanakan tahlil dan istighosah di makam KH Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama.

‎Napak tilas Isyaroh Pendirian NU merupakan gambaran perjalanan sejarah menuju lahirnya Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 yang pada tahun ini merupakan satu abad Harlah Nahdhatul Ulama jika dihitung secara Tahun Masehi.

‎Dalam sejarah tersebut, terdapat tiga tokoh utama yang memiliki peran besar, yakni Syaikhona KH Cholil Bangkalan, KH Hasyim Asy’ari, dan KH As’ad Syamsul Arifin.

‎Gus Kikin menyampaikan bahwa kegiatan napak tilas ini merupakan momen berharga untuk mengenang perjalanan satu abad NU. Ia menegaskan bahwa proses dan perjuangan para kiai pendiri NU penuh dengan tantangan dan pengorbanan.

‎Oleh karena itu, perjuangan para muassis NU harus terus dilanjutkan agar nilai-nilai yang diwariskan tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

‎“Banyak pesan dari para pendiri NU yang perlu kita aktualisasikan sesuai perubahan zaman, agar NU tetap menjadi rumah besar bagi umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” tutur Gus Kikin.

‎Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan ukhuwah di tengah berbagai dinamika yang dihadapi oleh seluruh warga Nahdlatul Ulama.

Reporter: Abdus Salam

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.