Menghidupkan Hati pada Malam Hari Raya

oleh -100 Dilihat

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحْيَا لَيْلَتَي العِيدِ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ القُلُوبُ

Artinya: “Barang siapa menghidupkan malam hari raya (‘ied), hatinya tidak akan pernah mati pada hari kematian hati”. (HR. Daruquthniy).

Dalam riwayat yang lain Rasulullah ﷺ juga bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَتي العِيدَيْنِ لِلَّهِ مُحْتَسِباً لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ حينَ تَمُوتُ القُلُوبُ

Artinya: “Barang siapa yang menegakkan malam-malam hari-raya karena Allah dengan penuh keikhlasan, hatinya tidak akan pernah mati hingga hari kematian hati”. (HR. Asy-Syafi’i dan Ibnu Majah).

Syaikh Syamsuddin Muhammad bin al-Khatib asy-Syarbiniy dalam kitabnya Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Ma’ani alfadzi al-Minhaj ala Matni Mihaju al-Abidin mengatakan:

والمراد بموت القلوب شغفها بحب الدنيا، وقيل: الكفر، وقيل: الفزع يوم القيامة. ويحصل الإحياء بمعظم الليل كالمبيت بمنى وقيل بساعة منه، وعن ابن عباس رضي الله عنهما : بصلاة العشاء جماعة والعزم على صلاة الصبح جماعة والدعاء فيهما وفي ليلة الجمعة وليلتي أول رجب ونصف شعبان مستجاب فيستحب كما صرح به في أصل الروضة

“Adapun dimaksud matinya hari dalam dua hadits di atas adalah terlenanya hati dengan cinta dunia. Ulama yang lain mengartikan kekufuran dan yang lain mengatakan ketakutan pada hari kiamat. Menghidupkan (malam hari raya) di sini bisa terlaksana dengan (beribadah) dalam sebagian besar malam sebagaimana mabit (menginap) di tanah Mina (bagi orang yang menunaikan haji) dan yang lain mengatakan dalam waktu sejam. Ada riwayat dari Ibnu Abbas radiyallahu lahuma mengatakan: dengan sholat isya’ secara berjamaah dan disambung dengan sholat subuh secara berjemaah serta dilanjutkan dengan berdoa setelah sholat. Sedangkan berdoa malam itu, pada pada malam Jum’at, pada permulaan malam bulan Rajab terkabulkan dan disunahkan sebagimana keterangan dalam asal kitab ar-Raudhah.

Syaikh Hasan bin Ammar bin Ali al-Mishriy asy-Syaranbaliy al-Hanafiy dalam kitabnya Nuru al-Idhah ma’a Muraqi al-Falah menambahkan: “Disunahkan (menghidupkan malam hari raya) dengan perbanyak membaca Istighfar pada waktu-waktu sahur dan membaca Sayyidu al-Istighfar berikut;

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Artinya, “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau,” Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Publisher: Fakhrul

Referensi:

✍️ Syaikh Syamsuddin Muhammad bin al-Khatib asy-Syarbiniy| Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Ma’ani alfadzi al-Minhaj ala Matni Mihaju al-Abidin. |Daru al-Ma’rifah juz 1, halaman 467.

✍️ Syaikh Hasan bin Ammar bin Ali al-Mishriy asy-Syaranbaliy al-Hanafiy| Nuru al-Idhah ma’a Muraqi al-Falah| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 310.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.