Kunjungan Studi Banding Pesantren An Nur II Malang, Dapatkan Pengajian Khusus Kitab Karya Syaichona Moh Cholil

oleh -80 Dilihat

Bangkalan – Sabtu (06/06/2026), Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil menerima kunjungan studi banding dari Pondok Pesantren An Nur II Malang. Rombongan yang terdiri dari sekitar 30 santri putri beserta para pengurus pesantren.

‎Dalam kegiatan ini disambut secara resmi oleh jajaran pengasuh dan pengurus, yaitu KH. Muhammad Ismail Yahya Al Ascholy (Ketua I Pondok Pesantren), Ustad Zainal Arifin, M.Pd. (Sekretaris Umum Pondok), Ustad Mufti Shohib, M.H. (Wakil Sekretaris I Pondok), serta Ustad Moh. Tuba, M.Pd. (Wakil Kepala Madrasah Pondok Pesantren).

‎Acara berlangsung khidmat di Aula Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil, yang dijadikan wadah untuk saling bertukar pengalaman, pengetahuan, serta memperkuat nilai-nilai keislaman antar lembaga pendidikan pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Muhammad Ismail Yahya Al Ascholy memberikan sambutan sekaligus pengajian. Beliau membedah salah satu karya ulama besar asal Madura, Syaichona Moh Cholil, dan menekankan ciri khas keilmuan sang pendiri pesantren.

‎“Dari sekian banyak ilmu yang dikuasai oleh Syaichona Mohammad Cholil, ada ilmu yang menjadi kekhasan beliau, yaitu ilmu bahasa, dalam hal ini ilmu Nahwu dan Sharraf,” tegas KH. Muhammad Ismail Yahya Al Ascholy di hadapan rombongan An Nur II Malang.

‎Lebih lanjut, beliau menjelaskan esensi mempelajari ilmu Sharraf. Menurutnya, tujuan utama mempelajari ilmu ini bukan sekadar mengetahui arti sebuah kata, melainkan memahami struktur, asal-usul, dan perubahan bentuk kata tersebut secara utuh.

‎“Tujuan utama mengkaji ilmu Sharraf adalah agar seorang murid dapat benar-benar mengenal satu lafaz, sebab kita tidak hanya mengkaji lafaz itu saja, tetapi juga proses morfologinya,” ungkap beliau.

‎Pembelajaran ini, lanjut KH. Muhammad Ismail, mengandung makna filosofis yang mendalam bagi para santri. Memahami proses perubahan bentuk kata mengajarkan cara berpikir yang sistematis, teliti, dan menyeluruh sebuah sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Dari sisi ini, terdapat pembelajaran bagi santri: ketika mengenal sesuatu, kita harus mampu mengetahui seluk-beluknya secara mendalam,” tambahnya.

‎Selain itu, penguasaan ilmu Sharraf dan pemahaman terhadap proses morfologi kata juga memiliki manfaat jangka panjang dalam proses belajar mengajar. Dengan memahami asal-usul dan perubahan bentuk kata, pengetahuan yang diperoleh akan lebih melekat dalam ingatan dan tidak mudah hilang.

‎“Selain itu, dengan mengetahui proses morfologi, hal itu juga menjadikan kita tidak mudah melupakan apa yang telah kita pelajari,” pungkas beliau.

‎Kegiatan studi banding ini berjalan dengan lancar dan penuh suasana kekeluargaan. Para peserta dari Pondok Pesantren An Nur II Malang menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat serta ilmu yang sangat berharga. Mereka berharap tali silaturahmi dan kerja sama antara kedua pesantren ini dapat terus terjalin demi kemajuan pendidikan Islam di Jawa Timur.

Reporter: Abdus Salam

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.