KH. Nasih Aschal Terima Kunjungan Pengurus Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur, Bahas Penguatan Ekonomi Syariah Pesantren

oleh -120 Dilihat

Bangkalan – Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, KH. Mohammad Nasih Aschal, menerima kunjungan dari pengurus Bank Indonesia (BI) Wilayah Jawa Timur pada Jum’at, 4 Juli 2025. Beliau menerima rombongan dari BI langsung di kediamannya yang berlokasi di lingkungan pesantren untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjajaki rencana kerja sama strategis dalam pengembangan perekonomian syariah, khususnya di lingkungan pesantren.

Rombongan perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur yang hadir antara lain:

Jhordy Kashoogie Nazar – Asisten Direktur BI Jawa Timur

Didit Sulistianto – Analis Yunior BI Jawa Timur

Imamil Faris Maulana – Konsultan FPPUKIS Kantor Perwakilan BI Jatim

Dalam pertemuan tersebut, salah satu agenda utama adalah asesmen potensi pengembangan perekonomian pesantren, termasuk program sertifikasi halal melalui SPPG (Sistem Penjaminan Produk Halal) serta penguatan unit dapur sehat berbasis syariah. Program ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren yang terstruktur dan berdaya saing.

KH. Nasih Aschal dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesantren sejak awal didirikan oleh Syaichona Mohammad Cholil bukan hanya berfokus pada pengajaran kitab kuning, namun juga memberikan bekal ilmu kemasyarakatan dan keterampilan hidup (life skill) kepada para santri.

“Pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tapi juga pusat pemberdayaan umat. Seperti Syaichona Moh. Cholil yang membekali santrinya dengan ilmu yang aplikatif di tengah masyarakat. Saya berharap, kerja sama dengan Bank Indonesia dapat memperkuat ekonomi pesantren dan mendorong lahirnya pelaku ekonomi syariah yang tangguh menghadapi tantangan global,” ujar KH. Nasih.

Dari pihak BI, para delegasi menyambut baik respons dari KH. Nasih dan menyampaikan komitmennya untuk mendukung ekosistem ekonomi syariah, termasuk melalui pelatihan, pendampingan, serta dukungan kebijakan yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan kebutuhan pesantren.

Kunjungan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun sinergi antara lembaga keuangan negara dan pesantren, demi mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai Islam yang kuat dan berkelanjutan.

Reporter: Ach. Soim

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.