Kesunnahan dan Beberapa Etika Ziarah Kubur yang Baner

oleh -45 Dilihat

Para ulama ahli sunah wa al-Jama’ah sepakat bahwa hukum ziarah kubur adalah sunah bagi orang laki-laki dan makruh bagi para wanita meski menurut pendapat ashoh tidak makruh (boleh) selagi tidak menimbulkan fitnah. Namun ada beberapa etika yang perlu diketahui saat seseorang hendak berziarah kubur. Berikut perincian selengkapnya:

Pertama, mengucapkan salam pada ahli kubur sebagimana perintah hadits riwayat Imam Muslim menyebutkan:

وعن عائشة رضي الله عنها قالت : كيف أقول يا رسول الله – يعني إذا زرت القبور – قال : قولي «السلام على أهل الديار من المؤمنين والمسلمين ويرحم الله المستقدمين منا والمستأخِرِينَ، وإنا إن شاء الله بكم للاحقون» رواه مسلم

Dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu Anhuma, beliau berkata: “Apa yang aku ucapkan Ya Rasulullah (saat aku ziarah kubur?) Rasullah ﷺ bersabda: “Ucapkanlah:

السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لِلَاحِقُونَ

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kita dan orang-orang yang datang kemudian. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, benar-benar akan menyusul kalian.” (HR. Muslim).

Kedua, mendoakan penghuni kubur yang ia ziarahi dan seluruh penghuni kubur dengan doa yang di ajarkan Rasullah ﷺ semisal:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Artinya:”Ya Allah, ampunilah dosanya, berilah rahmat-Mu kepadanya, keselamatan, dan maafkanlah ia.” (HR. Muslim).

Dan juga disunahkan membaca sesuatu yang mudah dari Al-Qur’an, lalu berdoa sesudahnya sebagaimana yang dinash (difatwakan) oleh Imam Syafi’i dan disepakati oleh Ashab (ulama-ulama) Syafi’iyah.

Ketiga, Berdiri atau duduk di samping kuburan. Para pakar ahli fikih Khurrasan mengatakan:

المستحب في زيارة القبور أن يقف مستدبر القبلة، مستقبلاً وجه الميت، يسلم ولا يمسح القبر ولا يقبله ولا يمسه، فإن ذلك عادة النصارى

“Yang disunahkan dalam ziarah kubur adalah berdiam (duduk atau berdiri dengan membelakangi arah Kiblat (menghadap ke arah mayit, ucapkan salam. Jangan mengusap kuburan, mengecup atau menyentuhnya karanah itu adalah kebiasaan orang-orang Nazaret. Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍🏻 Imam Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi| Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab| Daru al-Fikr, Juz 5, halaman 278.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.