Dari Kitab ke Realita: Bahtsul Masail Triwulan ke-30

oleh -19 Dilihat

Bangkalan – Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam klasik dengan menggelar forum Bahtsul Masail Triwulan. Kegiatan Membahas hukum Islam ini berlangsung khidmat selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis, 29–30 Juli 2026.
Pelaksanaan Bahtsul Masail kali ini dipusatkan di Musholla utama Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil.

Untuk mengupas tuntas berbagai dinamika hukum fikih kontemporer, panitia membagi jalannya forum ke dalam dua jalsah (sesi musyawarah) yang dipenuhi adu argumentasi berbasis dalil-dalil turats (kitab kuning).

Pengurus Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil sekaligus Dewan Perumus acara, Ust. Mufti Shoib, M.H., menjelaskan pentingnya kontinuitas agenda keilmuan ini dalam membentuk nalar kritis para santri.

“Kegiatan musawaroh seperti yang diselenggarakan oleh teman-teman M3 ini adalah tradisi pengembangan intelektual yang dikembangkan di lingkungan pesantren dan telah sukses melahirkan intelektual-intelektual yang mutafakir vidiin, berfikir secara logis, berfikir secara runut di dalam menyikapi persoalan,” ucap Ustd. Mufti Shoib, M.H.

Suasana jalsah makin hangat dengan hadirnya puluhan pendelegasi, baik dari internal santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil maupun utusan dari pesantren-pesantren SeMadura. Antusiasme tinggi terpancar dari Alurnya pembahasan di setiap sesi.

Disampaikan juga dari delegasi Luar bahwa dalam menyampaikan berbagai Pendapat ada salah satu soal yang memang rumit untuk mencari titik temu dari jawaban tersebut.

“Dari berbagai masalah yang dibahas ada satu soal yang menurut saya rumit yakni soal yang bahas Virtual Gift karena kita harus betul-betul cari alasan yang kuat,itu yang bikin kita sulit untuk mencari titik temu jawabannya, ” ucap Kang Royhan Delegasi Pondok Pesantren Darul Hikmah Langkap.

Melalui tuntasnya pelaksanaan Bahtsul Masail Triwulan ini, Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil terus membuktikan peran aktifnya dalam mencetak generasi ulama masa depan sosok yang tidak hanya kokoh secara spiritual dan intelektual, tetapi juga responsif terhadap peradaban zaman.

 

Author:@ikril__

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.