Yang dimaksud Saktah atau diam sejenak adalah tidak membaca apa-apa dan waktunya hanya sebentar seukuran membaca “subhanallah,” kecuali antara bacaan “aamiin” dan surah, bagi seorang imam dalam shalat jahriyah.
Bagi seorang imam dalam shalat jahriyah (shalat yang dibaca keras bacaannya) sunnah diam antara membaca “aamiin” dan membaca surah al-Quran setelahnya, seukuran ma’mum membaca fatihah yang sedangan.
Mushalli (orang yang shalat) disunnahkan diam sejenak ketika :
1. Antara takbiratul ihram dan doa iftitah
2. Antara doa iftitah dan ta’awudz
3. Antara fatihah dan ta’awudz
4. Antara akhir fatihah dan aamiin
5. Antara aamiin dan bacaan surah
6. Antara bacaan surah dan ruku’
Referensi : Safinatun Naja fi Usuliddin wal Fiqh 68 | Syaikh Salim bin Samir al-Hadrami
Saktah di dalam Shalat Ada Enam






