Syaichona.net-Para santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil tampak antusias menyaksikan fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) yang digelar oleh Tim Falakiyah Syaichona pada Senin (8/9/25) dini hari. Kegiatan pengamatan yang berlangsung mulai pukul 00.00 WIB di halaman madrasah tersebut berhasil memikat perhatian para peserta.
Fenomena yang juga dikenal sebagai “Blood Moon” atau “Bulan Darah” ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam posisi sejajar. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada fase total, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Warna merah pada Bulan disebabkan oleh cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi dan mengalami hamburan Rayleigh, di mana cahaya biru tersebar sementara cahaya merah diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan.

Dalam wawancara, Ustad Moh. Tuba M.Pd. dari Tim Falakiyah menjelaskan bahwa gerhana bulan pada dasarnya bukan fenomena langka. Peristiwa ini berpotensi terjadi setiap pertengahan bulan Hijriyah (tanggal 15) pada fase Istiqbal, yaitu ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. fase ini berbeda dengan Ijtima’ (konjungsi) yang menandai akhir bulan Hijriyah, saat Bulan berada di antara Matahari dan Bumi.
“Pada kebanyakan Istiqbal, orbit Bulan yang miring membuat cahaya Matahari tidak terhalang Bumi dan tetap menyinari Bulan secara utuh, sehingga yang terlihat adalah bulan purnama. Gerhana bulan hanya terjadi jika posisi ketiga benda langit tersebut benar-benar lurus sempurna,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa frekuensi gerhana dalam setahun tidak dapat dirumuskan secara sederhana karena peristiwa ini dapat diamati dari berbagai belahan Bumi yang berbeda.
Jadwal dan Wilayah Teramati
Menurut data dari LF PBNU, berikut adalah jadwal lengkap fase Gerhana Bulan Total 15 Rabi’ul Awal 1447 H:
· Awal Fase Sebagian: 7 September 2025, pukul 23:27:01 WIB
· Awal Fase Total: 8 September 2025, pukul 00:30:40 WIB
· Puncak Gerhana: 8 September 2025, pukul 01:11:43 WIB
· Akhir Fase Total: 8 September 2025, pukul 01:52:46 WIB
· Akhir Fase Sebagian: 8 September 2025, pukul 02:56:25 WIB
· Durasi Total: 3 jam 29 menit 24 detik
Wilayah yang dapat menyaksikan gerhana ini terbagi dalam tiga zona:
1. Zona 1 (melihat seluruh fase): Meliputi Asia, Australia, dan Afrika bagian timur.
2. Zona 2 (melihat sebagian fase): Meliputi Afrika dan Eropa.
3. Zona 3 (tidak melihat seluruh fase): Meliputi Benua Amerika.

Anjuran Syariat saat Gerhana Bulan
Ustad Tuba juga menyampaikan anjuran syariat yang dianjurkan untuk dilaksanakan saat terjadi gerhana bulan:
1. Melaksanakan Shalat Khusuf: Salat sunah dua rakaat yang dilaksanakan saat gerhana berlangsung. Tata caranya, setiap rakaat dilakukan dua kali ruku’ dan dua kali i’tidal. Shalat ini lebih utama dilaksanakan secara berjamaah yang diikuti dengan khutbah. Namun, jika tidak memungkinkan, dapat dilaksanakan secara sendiri (munfarid). Bagi yang sedang dalam kesibukan atau sakit, melaksanakan salat sunah dua rakaat seperti biasa sudah dianggap cukup untuk mendapatkan keutamaannya.
2. Memperbanyak Amal Kebajikan: Dianjurkan untuk memperbanyak aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti bersedekah, berzikir, dan berdoa.
Repirter: Abdussalam






