Tasbih Syaichona Moh. Cholil Menyertai Keberangkatan Guru Tugas Tahun Ajaran 1446-1447

oleh -496 Dilihat

Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil baru-baru ini mengadakan acara pelepasan Guru Tugas (GT) terhadap santri lulusan Aliyah dan Tsanawiyah. Acara ini dihadiri oleh para Ketua Umum Pondok Pesantren, Pengurus Pesantren, dan Pengurus Madrasiyah.

Penugasan santri lulusan pada tahun ini termasuk penugasan yang sangat istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena mereka dibekali dengan tasbih yang diijazahkan oleh KHR. Achmad Azaim Ibrahimy. Tasbih Syaichona Moh. Cholil ini masih berada di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, yang dulunya diberikan kepada KHR. As’ad Samsul Arifin ketika Syaichona Moh. Cholil menyuruhnya untuk disampaikan kepada KHR. Hasyim Asy’ari, yang menjadi petunjuk berdirinya Nahdlatul Ulama.

Sebanyak 61 GT diberikan tasbih satu per satu yang sudah dimintakan ijazah oleh Ketua Umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, RKH. Moh. Nasih Aschal, dengan harapan semoga bisa memberi keberkahan kepada para guru tugas ketika melaksanakan amanah yang diembannya di tempat tugasnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, RKH. Moh. Nasih Aschal, menyampaikan bahwa beliau sudah menyiapkan tasbih yang sudah diizahkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan meminta kepada KHR. Achmad Azaim Ibrahimy untuk diberikan kepada para guru tugas.

“Saya kemarin ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan saya meminta kepada KHR. Achmad Azaim Ibrahimy dengan tujuan mengambil berkah dari tasbih Syaichona Moh. Cholil yang diberikan kepada KHR. As’ad Samsul Arifin. Dan ini akan saya berikan kepada guru tugas, semoga dengan tasbih ini ketika berada di tempat tugasnya, tanpa sadar ilmu-ilmu Syaichona Moh. Cholil bisa memberikan pemahaman kepada para muridnya,” ujarnya.

Selain itu, beliau juga menegaskan dalam sambutannya bahwa ketika bertugas, bukan hanya Penanggung Jawab Guru Tugas (PJGT) saja yang menilai, tapi masyarakat di sekitarnya juga akan menilainya.

“Ketika bertugas, yang menilai bukanlah ustadznya, tapi yang menilai adalah semuanya. Penanggung Jawab Guru Tugas (PJGT)nya menilai, murid dan masyarakatnya juga menilai. Dan ini menurut saya merupakan tanggung jawab yang berat. Saya berpesan kepada guru tugas, jangan terlalu senang karena bisa bertugas karena membayangkan bisa memegang HP dan lain-lain. Maka harus disadarkan bahwa guru tugas ini dilihat oleh masyarakat dan tidak akan pernah lepas penilaian hubungan kalian dengan pondok dan masyayikh Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil,” tambahnya.

Acara pelepasan guru tugas ini diakhiri dengan pemberian tasbih dan doa bersama untuk keberkahan dan kesuksesan guru-guru yang dilepas. Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil berharap agar guru-guru yang dilepas dapat terus menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.

Reporter: Abdussalam

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.