Pembukaan Diklat PP. Putri Syaichona Moh Cholil 2026: Menuju Santri Multitalenta Berbasis Ilmu Syariat

oleh -84 Dilihat

Pondok Pesantren Pondok Pesantren Putri Syaikhona Moh. Cholil menggelar acara Pembukaan pendidikan dan latihan (Diklat) pada Jumat, 27 Dzulqa’dah 1447 H bertepatan dengan 15 Mei 2026 M. yang bertempat di Musholla putri dengan diikuti oleh seluruh peserta diklat.

Acara ini dihadiri langsung oleh Rais ‘am Pondok Pesantren Syaikhona Moh Cholil, KH. Moh. Ismail Al-Ascholy, Nyai Hj. Muktafiyah Akhyar, serta para asatidz wal asatidzah Pondok Pesantren Syaikhona Moh Cholil.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengguntingan pita sebagai simbol pembukaan resmi oleh Nyai Hj. Muktafiyah Akhyar, Kemudian dilanutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, serta seminar keilmuan.

Dalam sambutannya, Ustadzah Silqi Abidah, selaku koordinator diklat menyampaikan bahwa kegiatan diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keilmuan, memperluas wawasan, serta juga memperoleh pengalaman yang bermanfaat dan penuh keberkahan

Selanjutnya, seminar keilmuan disampaikan oleh KH. Moh. Ismail Al-Ascholy. Dalam pemaparannya, beliau memberikan motivasi kepada para santri agar memanfaatkan kegiatan diklat sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu, keterampilan, dan potensi diri.

من أشرقت بدايته أشرقت نهايته

“Barang siapa yang baik permulaannya, maka akan baik pula akhirnya.”

Menurut beliau, dawuh tersebut menjadi bentuk tafa’ul dan harapan baik agar seluruh peserta diklat mampu memulai kegiatan dengan semangat yang tinggi, serta kesungguhan dalam belajar sehingga memperoleh hasil yang penuh kebaikan.

Beliau juga menegaskan bahwa seorang santri harus menjadi pribadi yang multitalenta. Santri tidak boleh hanya memiliki kemampuan dalam satu bidang saja, melainkan juga harus mampu mengembangkan berbagai bakat dan keterampilan lainnya.

“Santri tidak cukup hanya bisa membaca qosidah, tetapi juga harus mampu mengarang qosidah sebagai bentuk mahabbah dan kerinduan kepada Nabi Muhammad ﷺ,” tutur beliau.

Melalui kegiatan diklat ini, beliau berharap para santri dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, serta memiliki banyak kemampuan sehingga mampu memberikan manfaat bagi orang lain dan tidak selalu bergantung kepada sesama.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad:

خير الناس أنفعهم للناس

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Melalui hadits tersebut, beliau menjelaskan bahwa tujuan dari belajar dan mengembangkan kemampuan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga agar dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, para santri diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan diklat ini untuk menambah ilmu, pengalaman, dan keterampilan.

Beliau juga mengingatkan bahwa dari seluruh keterampilan dan kepakaran yang dimiliki, terdapat satu hal yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu kepakaran dalam ilmu syariat. Sebab, ilmu syariat merupakan pondasi utama yang akan mengarahkan setiap kemampuan agar tetap berada di jalan yang benar.

Beliau mencontohkan bahwa seorang pelukis yang memahami syariat tidak akan melukis sesuatu yang melanggar agama, dan seseorang yang memiliki suara indah tidak akan menggunakan suaranya untuk hal-hal yang dilarang oleh syariat.

Dengan demikian, beliau berharap para santri tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas dan berbakat, tetapi juga menjadi insan yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan manfaat dan keberkahan bagi umat.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Kemudian acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH. Moh Ismail Al-Ascholy, dengan harapan agar kegiatan diklat ini diberi kelancaran, melahirkan santri-santri yang berilmu, berakhlak, serta bermanfaat bagi umat.

Author: @ yuliaalhasany

Editor: Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.