Mulianya Seorang Perempuan, Sampai-Sampai Rasulullah SAW Menangis Karenanya

oleh -152 Dilihat

Seorang muslim harus mempunyai rasa bangga dalam dirinya, bukan karena kealimannya, tahtanya, ataupun kehebatan-kehebatan yang berada dalam dirinya. Ada satu rasa bangga yang mungkin kedengerannya mudah dan simple, yaitu bangga telah mejadi umat Rasulullah.

Bangga menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai berbesar hati atau merasa gagah karena mempunyai keunggulan. Bila seseorang memiliki suatu keunggulan, maka keunggulan itu akan membuatnya berbesar hati serta membuatnya bangga.

Menjadi umat Rasulullah adalah suatu keistimewaan dan kebanggaan yang tidak dimiliki oleh umat-umat terdahulu, maka selayaknya bagi setiap muslim agar banga dan bersyukur karena telah lahir menjadi umat Rasulullah SAW.

Banyak sekali kisah yang menceritakan tentang betapa bangganya menjadi umat Rasulullah , contoh saja seperti kisah nabi Musa, sekelas nabi seperti beliau sangat kagum terhadap umat Rasulullah karena dianugerahkan banyak sekali keistimewaan oleh Allah SWT.

Bahkan, beliau pernah matur kepada Allah SWT, redaksinya kira-kira begini “Ya rab, bila engkau tidak bisa menjadikan umat Nabi Muhammad menjadi umatku, maka jadikan saya saja yang menjadi umatnya”

Ada sebuah kisah tentang sahabat Abdullah Bin Mughoffal dan insiden kelam masa lalunya, kisah ini disampaikan oleh Ustadzah Halimah Alaydrus dalam salah satu rekaman tausiyahnya. Dikisahkan Abdullah Bin Mughoffal adalah sahabat yang wajahnya selalu sedih dan seperti dipenuhi dengan beban.

Lalu Rasulullah berkata, “Ya Ibn Mughoffal, kenapa wajahmu selalu murung terus?”
Ibn Mughoffal menjawab “Ya Rasulullah, saya mempunyai beban masa lalu yang tidak membuat saya senang, setiap ingat masa lalu itu hati saya selalu sedih” Kemudian Rasulullah berkata kembali
“Kamu boleh bercerita wahai Ibn Mughoffal.”

Kemudian berceritalah Ibn Mughoffal tentang masa lalunya.
“Dulu, sebelum ada islam, Qabilah kami mempunyai kebiasaan membunuh anak perempuan karena malu, suatu waktu saya pergi ke luar negeri bertahun-tahun, saat itu istriku sedang hamil. Ketika pulang, anakku perempuan berumur 6 tahun, dia tumbuh menjadi anak yang cantik dan aktif…”

“…Dulu, mempunyai anak perempuan adalah sebuah cela, maka ketika aku berkumpul dengan teman-teman, mereka selalu saja mengejek dan menghinaku karena aku yang tidak berani membunuh anak perempuanku. Aku tidak tahan saat itu ya Rasulullah, aku tidak tahan atas pembulian mereka, sampai mereka tidak membeli daganganku…”

“…Karena sudah gelap mata, aku mendatangi istriku dan menyuruhnya untuk mendandani anak kami, istriku yang faham atas perintahku menangis dan memohon agar anak kami tidak aku bunuh, aku tetap tidak mempedulikannya dan membawa anak kami ke sebuah daerah yang menjadi tempat penguburan anak perempuan…”

“…Saat menggali, setiap ada tanah yang mengenai tanganku, anakku selalu membersihkannya sambil tersenyum, saat itu jika tidak mengingat hinaan teman-temanku, mungkin aku sudah memeluknya dan membawa pulang ke rumah. Tapi aku tetap mengubur anakku, ia berteriak dan menangis, namun aku hiraukan hingga suaranya tak terdengar lagi, Ya Rasulullah, hal itu yang menjadikanku tidak bisa senang jika teringat masalalu itu.”

Mendengar kisah Ibn Mughoffal, Rasulullah menangis terisak hingga jenggotnya basah, ketika sudah dirasa mampu, Rasulullah berkata kepada Ibn Mughoffal “Ya Ibn Mughoffal, andai saat itu aku sudah menjadi Nabi, maka aku juga akan menguburmu, seperti halnya putrimu.”

Demikian cinta Rasulullah terhadap umatnya, maka bagi setiap orang tua agar tidak berlebihan jika memukul atau menjewer anak-anaknya, ingatlah bahwa dia adalah umat Rasulullah yang bahkan jika saat kalian orang tua menyakiti anak kalian, Rasulullah tidak terima. Sepatutnya bagi kita umat Rasulullah untuk berlomba-lomba mengunggulkan rasa bangga kita dengan meng-upgrade diri, memperbaiki ucapan, sikap dan juga akhlak, tunjukkan bahwa kita bangga telah menjadi umat Rasulullah SAW. Allahua’lam.

Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad, Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad.

Author : Adibahkey
Editor : Fakhrullah

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.