Mukjizat, Saat al-Qur’an Berbicara Ilmu Pedologi dan Edafologi

oleh -64 Dilihat

Allah ﷻ berfirman:

كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ

“…..seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji….” (QS. Al-Baqarah: 261).

Allah ﷻ juga berfirman:

ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا، فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا

“Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu…” (QS. ‘Abasa: 26-27).

Dan Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَى

“Sesungguhnya Allah yang menumbuhkan butir (tumbuh-tumbuhan) dan biji (buah-buahan)…” (QS. Al-An’am: 95).

Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ﷻ Sang Pembelah Biji dan Biji Buah-buahan adalah bahwa embrio (janin) pada setiap biji (tumbuhan atau buah-buahan) hanya menempati ruang yang sangat sempit. Sedangkan sisanya terdiri dari zat-zat cadangan makanan yang tidak hidup. Ketika embrio itu tumbuh dan mulai berkecambah, zat-zat cadangan ini berubah menjadi bentuk yang dapat dicerna untuk memberi nutrisi kepada embrio.

Embrio pun mulai tumbuh dan membentuk sel-sel hidup hingga benih bertransisi dari fase perkecambahan ke fase semaian (tunas muda). Pada tahap (siklus pertama) ini, tumbuhan mulai mengandalkan nutrisinya dari garam-garam mineral yang terlarut dalam air tanah yang diserap oleh akar, seiring dengan terbentuknya daun-daun hijau yang memproduksi zat karbohidrat seperti gula dan pati dengan bantuan sinar matahari.

Ketika siklus hidup tumbuhan selesai, buah-buahan akan terbentuk dengan biji dan biji buah baru di dalamnya. Siklus hidup dan mati ini merupakan mukjizat alam semesta sekaligus rahasia kehidupan itu sendiri. Ciri utama dari siklus ini adalah bahwa air, karbon dioksida, nitrogen, dan garam-garam anorganik di dalam tanah—dengan bantuan energi matahari, tumbuhan hijau, serta jenis bakteri tertentu—diubah menjadi bahan-bahan organik yang menjadi penopang kehidupan bagi tumbuhan dan hewan.

Adapun pada bagian kedua dari siklus ini, bahan-bahan tersebut kembali ke alam kematian berupa limbah makhluk hidup, hasil metabolisme, dan pernapasan mereka, serta akhirnya dalam bentuk jasad mereka ketika mati dan menyerah pada faktor-faktor pembusukan bakteri dan kimiawi. Faktor-faktor tersebut mengembalikannya menjadi bahan-bahan anorganik sederhana yang siap untuk masuk ke dalam siklus kehidupan yang baru. Demikianlah, pada setiap embusan waktu, Sang Pencipta Yang Mahakuasa mengeluarkan kehidupan dari kematian dan kematian dari kehidupan.

Siklus yang berulang ini tidak akan terjadi melainkan dengan adanya makhluk yang telah Allah titipkan rahasia kehidupan di dalamnya, seperti benih tumbuhan. Ayat yang mulia ini mengingatkan orang-orang yang berakal (ulul albab) akan mukjizat yang pertama, yaitu penciptaan kehidupan dari materi bumi yang mati, kemudian pengulangan siklus tersebut sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Waallahu A’lamu

Oleh: Abdul Adzim

Referensi:

✍🏻 Syaikh Yasir Ja’far Syalbi| ‘ijazu al-Qur’an fi asyi-Syifa’ ath-Thab’iyah| Kitab al-Jumhuriyah, halaman 80-81

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.