Bangkalan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan (INSYA) melaksanakan program inovatif berupa Urban Farming di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil. Program ini digagas untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menghadirkan lingkungan yang lebih hijau.
Urban Farming merupakan sistem bercocok tanam di lahan terbatas, yang lazim diterapkan di kawasan perkotaan. Metode ini memungkinkan masyarakat bercocok tanam di area sempit, bahkan di atas bangunan, tanpa harus mengandalkan lahan luas seperti pertanian konvensional.

Koordinator KKN INSYA Kelompok 8, Ricky Maulana, menjelaskan program tersebut dilakukan dengan dua metode, yakni polybag dan hidroponik.
“Metode pertama menggunakan polybag atau plastik hitam. Cara ini tetap memanfaatkan media tanah, hanya saja tanah ditempatkan dalam polybag lalu disiram secara rutin. Sedangkan metode kedua, hidroponik, tidak lagi membutuhkan tanah. Tanaman cukup diberi nutrisi melalui air dengan tambahan larutan khusus yang disebut nutrisi AB,” terangnya.
Sebanyak tujuh mahasiswa terlibat aktif dalam program ini diikuti beberapa santri. Beragam jenis sayuran ditanam, mulai dari cabai, bayam, kangkung, hingga seledri. Kegiatan Urban Farming dilaksanakan di sekitar asrama pesantren, khususnya di kawasan D dan E. Selain itu, program serupa juga dikembangkan di kampus INSYA sebagai bentuk penghijauan.
“Program ini kami jalankan di pinggir-pinggir asrama, tepatnya di daerah D dan E. Atas arahan rektor, kami juga menanam di area kampus. Harapannya, selain bermanfaat bagi pesantren, program ini juga bisa mendukung penghijauan di lingkungan kampus,” jelas Ricky.

Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan pesantren.
“Harapannya, program ini tidak hanya berjalan selama masa KKN, tetapi bisa berkelanjutan. Ke depan, kami juga membuka peluang kerja sama dengan koperasi pesantren agar manfaatnya lebih luas. Intinya, program ini bisa menjadi penopang ketahanan pangan di Pondok Pesantren,” pungkasnya.





