Lantaran Bacaan Terlalu Panjang, Makmum Masjid Menampar Imam Masjid

oleh -209 Dilihat

 

قَالَ المتَوَكل لعبادة: رُفع إليّ أَنَّك ضربت إِمَام مَسْجِد، وَإِن لم تأت بِعُذْر أدّبتك. قَالَ: يَا أَمِير الْمُؤمنِينَ، كنت قد خرجت فِي بعض الْأَيَّام لحَاجَة لي غلسا، فمررت بِمَسْجِد قد أُذّن فِيهِ لصَلَاة الْفجْر، فَقلت: أَقْْضِي هَذِه الْعِبَادَة، ثمَّ أتوجه لحاجتي، فَدخلت، فاقام الْمُؤَذّن، ودخلنا فِي الصَّلَاة، فابتدأ الإِمَام فَقَرَأَ الْفَاتِحَة، وافتتح سُورَة الْبَقَرَة، فَقلت: لَعَلَّه يُرِيد أَن يقْرَأ آيَات من هَذِه السُّورَة فَانْتهى إِلَى آخرهَا فِي الرَّكْعَة الأولى، ثمَّ قَامَ إِلَى الثَّانِيَة، فَلم أَشك فِي أَنه يقْرَأ مَعَ الْفَاتِحَة سُورَة الْإِخْلَاص. فَافْتتحَ سُورَة آل عمرَان حَتَّى أتمهَا، ثمَّ أقبل بِوَجْهِهِ على النَّاس، وَقد كَادَت الشَّمْس تطلع. فَقَالَ: أعيدوا صَلَاتكُمْ – رحمكم الله – فَإِنِّي لم أكن على طَهَارَة، فَقُمْت إِلَيْهِ وصفعته. فَضَحِك المتَوَكل من ذَلِك

Suatu hari al-Mutawakkil ala Allah khalifah ke-10 Abbasiyah

memanggil Ubadah perihal kasus pemukulan imam di Masjid. .

Al-Mutawakkil : “Ada laporan kepadaku bahwa engkau memukul imam sebuah masjid. Jika kamu tidak memberikan alasan pembenaran, aku akan menghukummu.”

Ubadah menjawab: “Wahai Amirul Mukminin! Menjelang Subuh aku pergi untuk suatu urusan penting dan melewati sebuah masjid tempat Adzan salat Subuh berkumandang. Aku berpikir, aku akan melaksanakan salat terlebih dahulu, baru aku menyelesaikan urusanku. Aku pun memasuki masjid tersebut dan Sang Muadzin mengumandangkan Iqamah, lalu kami memulai salat. Imam memulai dengan membaca al-Fatihah dan susul surat al-Baqarah. Perkiraan, mungkin dia bermaksud membaca beberapa Ayat dari surat tersebut tetapi dia malah membacanya hingga akhir surat di rakaat pertama. Kemudian dia berdiri untuk melakukan rakaat kedua, dan aku meyakini dia akan membaca surah al-Ikhlas setalah membaca al-Fatihah tapi dia malah membaca surat al-Imran dari awal surat sampai hingga akhir.

Setelah selesai sholat dia menghadap ke arah kami para makmumnya dan matahari tampak hampir terbit di ufuk Barat. Dia berkata: “Ulangi lagi sholat kalian—semoga Allah ﷻ merohmati kalian—karena aku tadi sholat tidak dalam keadaan suci!”.

Dan tanpa banyak bicara aku menghampirinya lalu menamparnya”.

Mendengar alasan yang disampaikan Ubadah khalifah al-Mutawakkil tertawa terbahak-bahak.

Penulis: Abdul Adzim

Publisher: Fakhrul

Referensi:

✍🏻Syaikh Abu Sa’id Manshur bin al-Husain al-Abiy| Natsru ad-Dar fi al-Muhadharat| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, Jilid 4, Juz 7, halaman 166-167.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.