Karena Marahmu yang Pertama Demi Allah dan Marahmu yang Kedua Demi Uang

oleh -14 Dilihat

 

ذكر حجة الإسلام أبو حامد الغزالي رحمه الله تعالى في الإحياء أن رجلاً عابداً بلغه أن قوماً يعبدون شجرة، فخرج لقطعها فقال له إبليس: إن قطعتها عبدوا غيرها فارجع إلى عبادتك

فقال: لا بد من قطعها فقاتله فصرعه العابد

فقال إبليس أنت رجل فقير فارجع إلى عبادتك وأجعل لك دينارين تحت رأسك كل ليلة ولو شاء الله لأرسل رسولاً يقطعها وما عليك إذا لم تعبدها أنت

قال العابد: نعم

فلما أصبح وجد دينارين، وفي ثاني يوم لم يجد، فخرج لقطعها فصرعه إبليس

فقال له العابد : كيف غلبتك أولاً ثم غلبتني ثانياً؟

فقال إبليس : لأن غضبك أولاً كان الله وثانياً للدينارين

Dalam kitab Ihya’ Ulumiddin karya Hujjatu al-Islam dikisahkan: “Ada seseorang Abid (orang yang tekun beribadah tapi tidak berilmu), suatu hari ia mendengar kabar bahwa ada sekelompok masyarakat yang menyembah pohon. Ia pun pergi untuk menebasnya.

Lalu Iblis berkata kepadanya: “Jika kamu menebasnya, mereka akan menyembah yang lain. Pulanglah dan teruskan ibadahmu.”

Orang itu berkata: “Aku harus menebasnya!”.

Mereka pun berkelahi, lalu Si Abid berhasil mengalahkan dan membanting Iblis.”

Kemudian Iblis berkata: “Kamu adalah orang yang miskin, kembalilah beribadah dan aku akan letakkan dua Dinar di bawah bantalmu setiap malam. Seandainya Allah ﷻ menghendaki, niscaya Dia akan mengutus seseorang untuk memotongnya (pohon itu), dan bukan urusanmu jika mereka tidak menyembahnya.”

Mendengar bujuk rayu Iblis, Si Abid itu berkata: “Baiklah.”

Keesokan paginya ia mendapati dua Dinar, namun pada hari kedua ia tidak mendapatkannya lagi. Dengan begitu Si Abid pergi untuk memotong pohon tadi, tetapi kali ini Iblis membanting dan mengalahkannya.

Syahdan, Si Abid itu bertanya kepada Iblis: “Bagaimana bisa aku mengalahkanmu pada kali pertama, tetapi malah kamu mengalahkanku pada kali kedua?”

Iblis menjawab, “Karena kemarahanmu yang pertama demi (karena) Allah, sedangkan kemarahanmu yang kedua demi dua Dinar tersebut.” Wallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi: Ad-Doktor Musthafa Mubarak Iyduz| Hikayatu wa Qashashu min Hayati as-Sabiqin| Daru al-Kutub al-Ilmiyah, halaman 5.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.